Wartawan Diusir, Humas PN Medan Ngaku Tak Tahu dan Akan Mencari Tahu

PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Terkait arogansi oknum pegawai Pengadilan Negeri (PN) Medan yang mengusir jurnalis yang sedang bertugas peliputan berbuntut panjang, dan ternyata ditanggapi oleh pihak Humas PN Medan Erintuah Damanik.

Erintuah Damanik selaku Humas PN Medan saat dikonfirmasi wartawan via seluler kemarin sore mengatakan, belum mengetahui ada keributan tersebut. “Oh, keributan apa?. Saya tidak tahu cerita bagaimana,” jawab Erintuah Damanik saat dikonfirmasi wartawan via seluler,

Dalam percakapan itu Erintuah bahkan menyebutkan akan  mencari tau. “Nanti coba saya konfirmasi dulu ya,” tandasnya seraya menutup telepon selulernya.

Sementara lain hal dengan Jamaluddin SH MHum yang juga sebagai Humas PN Medan. Saat ditemui di depan ruang sidang, malah kembali bertanya dan meminta identitas wartawan yang mengkonfirmasinya. “Kamu dari mana, coba lihat identitas kamu,” katanya dengan muka ketat yang terlihat masih mengenakan baju sidang hakim.

Anehnya lagi Jamaluddin bukan menjawab konfirmasi wartawan, malah saat beberapa wartawan lainnya mendekat, kemudian Jamaluddin mengarahkan agar wartawan yang mengkonfirmasinya tersebut menyalami wartawan yang sudah biasa hadir meliput sidang di PN Medan. “Coba kau salam dulu orang itu semua ya,” kata Jamaluddin seraya berlalu meninggalkan wartawan.

Diketahui sebelumnya, Indrayani Batubara, seorang jurnalis media cetak terbitan Medan dihardik dan diusir pegawai PN bernama Wati saat berada di ruang sidang Cakra 1. Saat itu jurnalis perempuan ini sedang duduk mengisi batrei Handphone miliknya.

“Kak jangan ngecas Hp di sini, ada CCTV yang dilihat pak Ketua Djaniko MH Girsang. Bapak ngelarang orang ngecas Hp di ruang sidang,” ucap Wati dengan nada tinggi, Rabu (3/10) siang.

Padahal di ruang sidang Cakra 1 itu tidak terlihat ada sidang. Ruangan itu sepi, meski begitu ada beberapa pengunjung silih berganti datang dan pergi.

Mendengar adanya larangan ngecas Hp, wartawan langsung menyelesaikan pengisian Hp miliknya. Karena larangan hanya untuk Hp, maka dia tetap duduk menyelesaikan berita yang diketiknya.

Tiba-tiba pegawai PN itu kembali datang dengan nada lebih tinggi menyuruh wartawan keluar dari ruang sidang tersebut. “Jangan duduk di situ. Keluar di sini gak boleh duduk kalau tidak ada sidang. Ketua PN marah, karena ini ruang punya saya. Saya yang jaga jadi keluar lah dari sini,” hardiknya ketus.

Sontak saja membuat wartawan yang biasa kerap disapa iin itu terkejut. Sambil memberikan pertanyaan ringan dia berjalan keluar ruang sidang. Kenapa gak boleh duduk. Tapi fasilitas umum, apa ada larangan yang tidak memperbolehkan orang duduk di ruang sidang.  “Ada larangan dari ketua PN tidak boleh duduk di sini. Pokokya keluar lah cepat,” ujarnya marah. (Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/