Warga Miskin Terjebak Kredit Fiktik, LSM Perkara DPC Garut Akan Audensi ke Bank BNI

LSM Perkara Garut saat menerima aduan dari warga Garut mengenai kredit fiktif.

GARUT, TOPKOTA.com – Dihimpun dari salah satu akun whatsapp ketua DPC Garut yang menyampaikan Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Kinerja Aparatur Negara (LSM PERKARA) Cabang Garut menyikapi pengaduan kejadian kredit yang diduga fiktif yang menjerat seorang warga Garut inisial AS warga Kampung Kecamatan Garut Kota yang mengadukan kejadian menerima penagihan kredit bank dari petugas bank BNI Cabang Garut padahal Ia tidak pernah meminjam uang kepada pihak bank.

“Rumah Kontrakan saya tiba-tiba kedatangan seseorang yang mengaku petugas penagihan dari Bank BNI Cabang Garut untuk menagih kredit sebesar 389 juta yang disebutnya tunggakan cicilan yang tidak dibayar. Saya kaget kenapa nama saya bisa terdaftar sebagai nasabah kredit bank BNI sebesar 389 juta dengan jaminan sertifikat tanah kebun karet di Cikelet, sementara saya tidak mempunyai itu,” ujarnya.

Lanjtunya, saat ini dirinya tidak bekerja, sedangkan istrinya sebagai tukang kue dan dijajakannya sendiri. “Sebelum menganggur, saya lama bekerja sebagai sopir pribadi salah seorang anggota DPRD Garut. Dengan begitu sangat tidak mungkin bagi saya bisa memiliki utang atau kredit dari bank yang sebesar itu, sementara dari dulu saya tinggal di rumah kontrakan dan kini pindah kontrakan karena tergusur oleh proyek reaktivasi rel kereta api,” ujarnya.

Beliau juga mengatakan tidak pernah meminjam uang ke bank, tapi petugas penagihan terus datang berkali-kali sehingga dirinya menjadi sorotan tetangga dengan utangnya yang besar dan dipersalahkan oleh keluarga. “Saya tidak mengerti dengan kejadian ini, dan tidak tahu harus bagaimana, kehidupan saya dengan keluarga jadi amburadul,” ujarnya.

Menerima aduan tersebut, LSM Perkara DPC Kabupaten Garut melalui ketuanya Harun Ar-rasyid merasa simpatik dan menilai penting bagi lembaga untuk menyikapi dan merundingkannya dengan pihak terkait guna solusi atas kejadian yang menimpa AS.

“Untuk sementara dalam kasus ini kami baru menduga adanya kredit fiktif degan cara memanipulasi tanda tangan dan aplikasi, data pribadi atas nama AS. Secepatnya kami akan melayangkan surat permohonan audiensi kepada para pihak terkait dugaan ini,” tegas Harun menyikapi aduan dari AS kemarin sore (16/8). (AF)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/