Video Mesum Inang Bao Vs Amang Bao Gegerkan Warga Humbahas

Foto video mesum yang beredar di Kabupaten Humbahas

HUMBAHAS, TOPKOTA.com – Warga Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbas) Provinsi Sumatera Utara digegerkan dengan penyebaran video mesum Inang Bao Vs Amang Bao. Video ini dinilai telah dilarang oleh agama dan adat istiadat, karena telah menyebarkan adegan mesum tersebut di kalangan masyarakat Humbahas.

Cuplikan video ranjang yang diduga diperankan oleh BM (Amang Bao) bersama pasangan selingkuhannya (Inang baonya) atau IBT mendapat kecaman keras dari berbagai pihak di Kabupaten Humbahas.

Pihak Media telah berkoordinasi dengan pihak Keluarga IBT, untuk mendalami kasus tersebarnya video mesum di dikalangan masyarakat Humbang Hasundutan  yang diduga diperankan BM. Setelah mendalami siapa penyebaran klip vidio tersebut, IBT melalui telepon selulernya mengaku yang pertama kali menyebarkan video tersebut adalah BM kepada seorang teman dekatnya DBM.

Selain itu menurutnya, pihak keluarga juga sudah mengaku kecewa dengan BM karena sudah merusak nama baik keluarga besar mereka, dikarenakan perlakuannya yang tidak senonoh dan menyebar luaskan video mesumnya di kalangan masyarakat Humbang Hasundutan, dan telah sengaja merekam klip video mesumnya melalui telepon genggam selulernya (HP) sendiri,

Selain itu, kata IBT, video tersebut diambil saat meraka pertama kali melakukan mesum di Hotel Muara Kabupaten Taput pada bulan Februari tahun 2019. IBT juga mengaku bingung tujuan BM merekam adegan mesum mereka.

Sementara Tokoh masyarakat Adat di Humbang Hasundutan L.LG mengatakan bahwa kasus perselingkuhan Amang bao Vs Inang bao ini sudah merusak nama baik ASN di Kabupaten Humbang Hasundutan, atau bahkan mencoreng nama baik daerah dan adat istiadat. “Karena sudah jelas pelaku yang mengedarkan video mesum tersebut bisa dijerat pidana,” katanya.

Lanjutnya, pengedar video bisa dikenakan pasal 45 junto 27 Undang-undang ITE atau Pasal 29 Junto Pasal 4 UU Pornografi, dengan ancaman pidana 6 tahun serta 12 tahun penjara.

Diapun berharap agar pihak keluarga meminta Forkopimda Kabupaten Humbahas yakni Bupati, Kapolres, Kajari, Dandim ataupun ketua PN agar memanggil serta memberikan tindakan kepada oknum ASN berinisial BM yang dinilai merusak citra ASN. (Slg)

 

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/