Usai Sahur Bersama Walikota Medan, Anggota Granat Medan Tembung Dianiaya OTK

Korban saat dirawat di rumah sakit.

MEDAN, TOPKOTA.com – Usai melaksanakan sahur dan sholat Subuh bersama Walikota Medan, salah satu anggota Granat (Gerakan Nasional Anti Narkotika) PAC Medan Tembung dianiaya oleh segerombolan orang tak dikenal, Sabtu (18/3).

Peristiwa ini bermula ketika korban Muhammad Yahya (23) warga Jalan Pertiwi Kelurahan Bantan, selesai memenuhi undangan camat Medan Tembung agar para penggiat narkoba yang ada di wilayah Kecamatan Medan Tembung ini hadir dalam acara Safari Ramadhan bersama OPD di Lingkungan Pemko Medan yang digelar di Mesjid Ikhlasiyah Jalann Tuamang Kelurahan Siderejo Hilir.

Pada pukul 05.30 Wib, naas bagi korban ketika akan mengarah jalan pulang tepatnya disimpang Jalan Selamat Ketaren/Unimed, datang dari arah belakang korban segerombolan pemuda berkendara sepeda motor yang diperkirakan ada enam sepeda motor lebih dan berboncengan dengan suara keras dengan logat mencari gaduh.

Karena melihat para tersangka dengan pandangan yang kurang bersahabat, korban pun menambah laju kenderaannya. Tetapi apa daya korban yang kala itu seorang diri berhasil berhenti karena dipepet oleh para tersangka. Korban pun bertanya “ada apa bang,?” tersangka pun dengan nada keras bekata “gak sor kau,?” sehingga perkelahian tak terelakkan,

Pukulan demi pukulan pun dilayangkan bertubi-tubi oleh para tersangka dan dari keterangan dari beberapa saksi yang ada di TKP mengatakan kalau dari beberapa tersangka membawa senjata tajam berupa belati dan parang panjang.

Beberapa warga sekitar berusaha menghalau para kawanan ini sehingga korban bisa terselamatkan dan dibawa ke RS Haji Medan. Dari hasil visum menerangkan bahwa korban menderita luka sobek dan beberapa memar diwajah akibat hantaman benda tumpul.

Merasa tidak terima atas perlakuan terhadap rekannya tersebut, kontan saja massa yang mengatasnamakan Granat marah dan ingin membuat perhitungan, tetapi Hadi Sofyan SH, selaku sang ketua mencoba menenangkan dan menyerahkan pada proses hukum. Dan pada Sabtu (18/5) sekira pukul 06.00 wib, Polsek Percut Seituan telah menerima pengaduan tersebut dengan Nomor : STTLP/1346/V/2019/SPKT PERCUT.

“Diharapkan agar pelaku segera tertangkap agar masyarakat tahu apa motif dibalik ini semua, apakah bertujuan begal atau kurang senang karena korban memakai atribut anti narkotika,” tutur warga sekitar. (ME)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/