Tim Saber Pungli OTT Dinkes Labusel Dinilai Menyalahi Wewenang, Mahasiswa Akan Tempuh Jalur Hukum

Mahasiswa atau Aktivis asal Labusel Qushoi Tambak ketika berorasi saat unjuk rasa beberapa Tahun yang lalu.

LABUSEL, TOPKOTA.com – Mahasiswa asal Labusel kembali mengomentari tentang diamankannya 6 oknum Dinas Kesehatan Kab. Labusel oleh Tim Satgas Saber Pungli Polres Labuhanbatu yang telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Kesehatan Kab. Labusel pada beberapa hari yang lalu, Senin, (9/7) di Di Kantor Dinas Kesehatan Kab. Labusel

Salah satu Mahasiswa asal Labusel tersebut beranggapan, bahwa dirinya menilai jika Tim Saber Pungli tersebut disinyalir menyalahgunakan wewenang. “Tim saber pungli itu disinyalir “kurang kerjaan”, serta diduga menyalahgunakan wewenang,” jelasnya.

Qushoi juga mengomentari, bahwa setelah diberitakan media tentang OTT tersebut, kemudian ia mendengar jika dikabarkan semua oknum-oknum ASN dipulangkan.

Sebelumya putra Labusel tersebut pernah mengomentari terkait OTT yang dilakukan Tim Saber Pungli Polres Labuhanbatu di Dinkes Kab. Labusel tersebut, dan mengatakan bahwa OTT tersebut bisa saja “syor atau tak syor”.

Namun dia juga tetap mengapresiasi Tim Satgas Saber Pungli Polres Labuhanbatu tersebut, dikarenakan baru pertama kali hal tersebut dilakukan di Kabupaten Labusel. “Saya berharap OTT tersebut menjadi pelajaran bagi oknum-oknum yang belum terungkap agar tidak melakukan pungli,” harap Qushoi.

Kemudian Qoshoi juga menyesalkan, jika beredar kabar ternyata selang sehari kemudian semua oknum-oknum yang diamankan tersebut ternyata sudah dipulangkan tanpa ada seorang oknumpun yang diproses hukum selanjutnya.

“Menanggapi hal tersebut, jika hal tersebut patut di katakan Tim Saber Pungli yang OTT sepertinya kurang kerjaan karena datang ke labusel hanya untuk mempersiapkan, merencanakan agar melaksanakan OTT, kemudian setelah dilaksanakan semua yang terjaring dilepaskan, ini kan benar-benar kurang kerjaan padahal sudah ada yang diamankan berupa dokumen, sejumlah uang tunai dan oknum-oknum ASN sudah di amankan,” kata Qushoi. Kamis, (12/7) di Kotapinang.

“Seperti yang saya sampaikan bahwa OTT itu tidak sama seperti tertangkap tangan dalam KUHAP, dalam KUHAP juga dijelaskan pada pasal 17, perintah penangkapan dilakukan terhadap seorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup. “Artinya Tim Saber Pungli yang datang ke labusel ini macam kurang kerjaan dan diduga menyalahgunakan wewenang karena jika seandainya yang mereka katakan OTT itu adalah sebuah penangkapan atau tertangkap tangan sudah seharusnya oknum-oknum tersebut ditetapkan menjadi tersangka, karena berdasarkan bukti permulaan yang cukup,” tambahnya.

Oleh karena itu aktifis mahasiswa ini meminta kepada Kapoldasu atau kapolres Labuhanbatu agar menyampaikan klarifikasi terkait OTT di Dinkes Labusel mulai dari kronologi sampai pemulangan oknum ASN yang diamankan sampai langkah Tim Saber Pungli selanjutnya. “Jika terbukti Tim Saber Pungli tersebut menyalagunakan wewenang, kami akan menempuh jalur hukum paling tidak memulai dengan aksi demonstrasi,” Kata Qushoi.

Sementara hari ini, Kamis, (12/7), dari pihak awak media ketika ingin berkonfirmasi langsung dengan pihak Polres Labuhanbatu, Kapolres Labuhanbatu melalui Kasat Reskrimnya AKP Teuku Fathir Mustofa, SIK mengatakan bahwa beberapa oknum yang dilepaskan saat ini statusnya hanya sebagai saksi dalam OTT Dinas Kesehatan Kabupaten Labusel di beberapa hari yang lalu.(Zainul)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/