Tiga Terdakwa Diadili Curi Sepmor, Oknum Provost Polrestabes Medan Ngaku Nyesal

Ketiga terdakwa saat disidang di PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Okto Leandro Samosir (32) oknum polisi bertugas di Provost di Polrestabes hanya bisa tertunduk dan tak berani menatap hakim sembari mengaku menyesal. Pasalnya Okto bersama dua rekannya warga sipil yakni Samuel dan Rio Silitonga diadili sebagai terdakwa dalam kasus pencurian kereta milik Ahmad Nurdin.

Sidang yang berlangsung diruang Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan kemarin sore itu membuat Aimhafni Arli seorang hakim anggota terlihat marah dan menuding oknum Provost di Polrestabes Medan itu membuat malu institusi Polri dan keluarganya.

“Kamu seharusnya sebagai orang yang dibanggakan institusi Polri dan keluargamu, tidak seharusnya kelakuan mu seperti ini. Apa lagi kamu bertugas sebagai Provost Polri, sudah jelas kamu membuat malu institusi Polri dan keluarga mu sendiri,” sental Hakim Aimhafni.

Hakim juga menduga bahwa oknum personel kepolisian yang sudah 12 tahun bertugas sebagai anggota Polri ini dalang dibalik maraknya pencurian sepedamotor yang ada di Kota Medan.

Menurut Aimhafni Arli seharus Okto Leandro Samosir sebagai penegak hukum ditugasi untuk menciptakan keamanan, bukan justru ikut serta membantu pencuri yang membuat masyarakat resah. “Kamu harusnya Polisi jadi penegak hukum ditugasi untuk menciptakan keamanan menangkap maling-maling kereta itu, bukan ikut jadi komplotan maling. Jangan-jangan kamu juga yang membackingi maling-maling  kereta yang lainnya ya?,” tanya hakim.

Mendengar cercahan hakim, Okto yang duduk ditengah dua terdakwa lainnya hanya bisa terduduk. Raut wajah dan matanya memerah seakan mau menangis seakan menyesali perbuatannya. “Saya menyesal melakukan perbuatan ini yang mulia. Saya mengaku bersalah. Saya pasti bertobat tak akan pernah lagi melakukan perbuatan seperti ini. Saya mau menjadi polisi yang baik,” ucap Okto kepada majelis hakum dengan suara parau menahan tangis.

Sementara ditempat yang sama Sri Wahyuni selaku hakim ketua, juga terlihat memarahi ketiga terdakwa yakni Samuel, Okto dan Rio, karna memberi keterangan berbelit-belit, saling menuding tak mau mengaku sebagai dalang  kasus pencurian tersebut.  Dan ketiganya kompak menuduh Roy sebagai dalangnya karena Roy tak tertangkap masih diburonan (DPO).

Mendengar keterangan Samuel, Okto dan Rio Majelis Hakim Sri Wahyuni yang memimpin sidang dengan nada marah langsung mencerca ketiga terdakwa dengan perkataan kalian kompak ya, menuduh Roy sebagai dalangnya lantaran Roy masih buronankan.

“Kalian ini kompak menuduh si Roy sebagai dalang malingnya karena si Roy masih diburon. Mana ada maling yang mau mengaku sebagai dalang, kalian tak mau mengaku itu hak kalian. Kalian tuduh-tuduh si Roy yang buat rencana juga hak kalian. Kami selaku hakum hanya bisa menelai, Sudah biasa kami menghadapi hal dan alasan seperti ini,” ucap Sri Wahyuni.

Usai mendengar keterangan ketiga saksi yang juga terdakwa,majelis hakim menutup sidang, “Baik sidang ini kita cukupkan sampai disini, minggu depan kita lanjutkan dengan angenda yang lain,” ucap Majelis hakim Sri Wahyuni kepada JPU dan ketiga terdakwa sembari mengetukkan palunya

Diketahui dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riki Pasaribu dari Kejari Medan, ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan pencurian.  Adapun peran ketiga terdakwa yakni Samuel bertugas membawa sepeda motor tipe Yamaha Mio yang telah dirusak oleh Roy (Buron) dari sebuah kos-kosan di Jalan Aman, Teladan Barat Kecamatan Medan Kota, Kota Medan pada 28 Mei 2018 sekira pukul 20.00 WIB.

Kemudian, sepeda motor diantarkan Samuel dan Roy kepada Okto Leandro dengan tujuan untuk mengaburkan sepeda motor agar tidak dikenali lagi saat akan digadaikan ke Jalan Bromo, Kota Medan.

Nahas, Okto Leandro yang saat itu membawa sepeda motor tersebut untuk digadaikan dijegat oleh pemilik sepeda motor yakni Ahmad Nurdin dan teman-temannya. Okto pun diseret pemilik sepeda motor ke Polrestabes Medan untuk diselidiki lebih lanjut. Dalam penyelidikan tersebut, Polrestabes juga berhasil mengamankan Rio dan Samuel, meski pelaku lainnya yakni Roy berhasil kabur. (Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/