Tidak Taati Aturan, Disnaker Humbahas Surati  PT. Seneca Indonesia 

PT.Seneca  Indonesia,   yang baru beberapa bulan beroperasi di Desa Huta Paung Utara Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan

 

HUMBAHAS, TOPKOTA.com –Selain mendapat sorotan dari warga akibat perusahaan ini   mendirikan pabrik Asphat Mixing Plant (AMP) di Desa Huta Paung utara kecamatan Pollung  dekat dengan pemukiman warga setempat yang dianggap berbahaya , kali ini perusahaan PT.Seneca kembali di sorot oleh  Dinas tenaga kerjaan kabupaten Humbang Hasundutan .

Pasalnya meski perusahaan swasta nasional ini sudah beroperasi sejak bulan yang lalu ,namun sampai saat ini, perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi jalan raya dan jembatan ini belum ada membuat laporan , semisal jumlah tenaga kerja yang di pekerjakan kepada dinas terkait.

Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan Jhonny Gultom ketika di jumpai awak media ini ,Jumad 19/1 Di Dolok Sanggul mengatakan, membenarkan sampai saat ini laporan dari perusahaan PT.Seneca Indonesia belum ada menyampaikan  laporan resmi secara rinci   jumlah pekerja yang di pakai , pada hal perusahaan tersebut sudah beroperasi.

Mantan Kabag Protokoler ini juga mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi melalui  informasi yang di terima  dari media,  dan meminta kepada pihak perusahaan agar secepatnya melaporkan data jumlah pekerja yang di pakai,  dimana hal ini   secara jelas sudah di atur dalam undang-undang Nomor 7 Tahun 1981  tentang wajib lapor ketenaga kerjaan  ,sehingga dinas ketenaga kerjaan dapat melakukan pengawasan terhadap pemenuhan hak dan kewajiban pekerja.

“Benar, sampai saat ini belum ada laporan yang kami terima berapa jumlah pekerja yang dipakai di perusahaan ini, makanya kami dari dinas disnaker sudah turun ke lokasi, dan sudah kita berikan surat berupa format yang akan di isi untuk secepatnya di serahkan kepada dinas.”katanya.

Dirinya juga menambahkan, nantinya setelah laporan data  jumlah pekerja di terima, pihaknya juga akan menanyakan berapa upah yang di keluarkan oleh pihak perusahaan , apakah sesuai dengan UMK (Upah Minimum Kerja)  kabupaten Humbang Hasundutan dan juga seperti asuransi kerja atau hak-hak lainnya. “Jadi setelah data jumlah pekerja kita terima, upah para pekerja juga akan kita pertanyakan, apakah sesuai dengan umk di kabupaten ini.”tambahnya.

Sebelumnya, kepada  media ini, salah satu karyawan perusahaan yang mengaku bertugas sebagai kepala  di bidang mekanik pabrik asphalt jenis Hotmixs ini malah mengaku  bahwa pihak perusahaan sudah melaporkan kepada dinas ketenaga kerjaan setempat baik itu data jumlah tenaga kerja yang di pakai. “Kalau jumlah tenaga  kerja di sini sudah ada laporannya bang  kepada dinas tenaga kerja di sini, tapi kalau masalah izin , saya ga berani menjawab pertanyaan abang, karena bukan kapasitas saya itu bang, langsung saja sama humas  kalau jumpa nanti.” katanya.(bs).

loading...
https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/