Tersangka Meryani Tidak Koperatif Belum Ditahan, Kinerja Polda Riau Dipertanyakan

Polda Riau

PEKANBARU, TOPKOTA.com – Proses hukum atas laporan Edy Suryanto tertanggal 29 Juni 2015 dengan Laporan Polisi No: LP/277/VI/2015/SPKT POLDA RIAU,  berjalan lamban. Meskipun sudah berjalan hingga tiga tahun, proses hukum atas laporan tersebut, masih sebatas penetapan Meryani sebagai tersangka.

Hebatnya,  Meryani sang tersangka perusakan kebun sawit milik Edy Suryanto di Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru Riau ini, meskipun tidak ditahan, ketika dipanggil pihak penyidik pun sepertinya ogah-ogahan untuk hadir.   Bahkan, untuk yang kedua kalinya surat panggilan terhadap Meryani, hari ini Selasa (17/4) oleh penyidik Ditreskrimum Polda Riau,  Meryani juga mangkir.

Wartawan TOPKOTA yang sudah menunggu sejak pagi tadi, Selasa (17/4/) di Mapolda Riau di Jalan Sudirman Pekanbaru, harus kecewa.  Setelah diperoleh informasi bahwa tersangka Meriyani meskipun sudah setahun berstatus tersangka dan tidak ditahan, tidak dapat hadir untuk menjalani pemeriksaan dengan alasan sakit.

Sementara,  kehadiran Penasehat Hukum tersangka Meryani, Robin Hutagalung, SH untuk menghadiri Panggilan Kedua Penyidik Polda Riau itu, juga tidak terlihat. Menurut Informasi yang diperoleh TOPKOTA,  Robin juga sedang sakit.

Menurut kabar yang diperoleh TOPKOTA, Meryani itu, sudah dua kali dipanggil penyidik Ditreskrimum Polda Riau, namun selalu beralasan sakit  Dan khabarnya, jika panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Riau untuk ketiga kali juga tidak hadir, maka tersangka Meriyani akan dijemput paksa polisi.

Sebelumnya,  Zainul Arifin, SH, MH Aspidum Kejati Riau kepada TOPKOTA  (27/3) mengatakan, berkas yang dikembalikan Kejati untuk dilengkapi penyidik Polda Riau,  belum balik berkasnya. Artinya, perkembangan pemberkasan atas tersangka Meryani ini, memang tergolong lamban.  “Belum balik berkasnya bro,” ujar Zainul dengan singkat dan bersahabat.

Namun, ketika awak media menanyakan, kepada pihak Polda Riau, terkait status tersangka yang sudah disandang Meryani dan juga belum ditahan, Polda Riau sampai saat ini belum memberikan keterangan resmi.

Meryani diduga tidak kooperatif, bahkan kabarnya,  pernah menghilang ke Singapura selama menjalani proses hukum. Atas lamban dan tidak ada penahanan tersebut,  pihak Edy Suryanto pun harus kecewa atas lemahnya penegakan hukum ini. “Sementara,  jika ada kasus perusakan tanaman sawit satu atau dua batang saja oleh rakyat kecil langsung ditahan tersangkanya. Tapi kasus besar tersangka Meryani ini kenapa pihak Polda Riau sendiri tidak tegas,” ujar Edy.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya,  Meryani itu adalah salah seorang pengusaha kaya dan sukses di Riau serta terbilang hebat. Namun sayang, akibat dugaan pengrusakan kelapa sawit milik Edi Suryanto sebanyak 14.000 batang yang tertanam di lahan seluas 114 hektar dan sudah berumur 5 sampai 6 tahun di RT 04/RW 014 Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya,  Pekanbaru, Riau, Meryani lantas tersandung hukum dan ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Polda Riau, namun Mery tak ditahan. Penetapan tersangka terhadap Meryani pun, sudah berlangsung setahun lebih, karena diduga telah melakukan tindak pidana Pasal 170 jo Pasal 406 KUHP. ( Patar Simanjuntak)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/