Terkuak, Anak Tiri Ngaku Dianiaya Untuk Kuasai Harta

Ibu tiri dan Anak tiri saat di Polsek Patumbak

MEDAN, TOPKOTA.com – Kesabaran Sri Ulina boru Barus (48) warga Desa Aji Baho Kecamatan Sibiru-Biru ini pupus sudah. Iapun terpaksa mengambil tindakan tegas untuk mengusir anak tirinnya bernama Feri (18) dengan cara mengontrakkan rumah miliknya yang berlokasi di Jalan Swadaya Desa Mariendal – 1 Kecamatam Patumbak Kabupaten Deliserdang.

Informasi diperoleh malam itu di Mapolsek Patumbak menyebutkan, Feri yang mengetahui rumah itu dikontrak ibu tirinya langsung kelabakan dan menanyakannya kepada orang yang mengontrak rumah tersebut, merasa rumah itu milik peninggalan orang tuanya, Feripun berusaha untuk merebutnya kembali.

Namun usaha Feri untuk menguasai rumah itu kembali kandas, karena  dengan tiba-tiba Sri Ulina boru Barus, (ibu Feri) datang. Pertengkaran dan adu argumenpun terjadi, Feri yang anggap rumah itu milik peninggalan almarhum ayahnya tetap bertahan.

Sejurus kemudian, Feri yang tak mau kalah dan merasa paling benar, lalu menghubungi keluarganya, dan begitu juga ibu tirinya (Sri Ulina boru Barus), suasanan pun semakin ramai, perkelahian pun tak terelakkan.

Beruntung Polisi yang dihubungi Kepling setempat cepat datang langsung melerai dan mengaman kedua belah pihak ke Mapolsek Patumbak untuk diambil keteranganya. Namun tak berapa lama kemudian akhirnya kedua belah pihak terpantau keluar langsung meninggalkan Mapolsek Patumbak.

Sementara Feri yang diwawancarai wartawan mengaku dianiaya oleh sekelompak orang suruhan ibu tirinya karna ingin mempertahan harta warisan peninggalan ayahnya yang diserobot ibu tirinya. “Itu rumah milik ayah kami, harta warisan, tidak ada haknya mengontrakkan rumah itu,” ucap Feri.

Ditempat yang sama Sri Ulina boru Barus ketika ditanya terkait tudingan anak tirinya, langsung membantah semua tudingan Feri anak tirinya yang mengaku dianiaya dan membawa orang bayaran menggunakan golok untuk mengusirnya dari rumah warisan ayahnya.

Dikatakan Sri, semuanya telah terbukti dikantor polisi, jika diri  melakukan penganiayaan ,membawa orang bayaran dilengkapi golok untuk mengusirnya dari rumah yang dikontrakkannya itu, pastinya dirinya sudah dijadikan tersangka.

Menurutnya jikapun si Feri diusir dari rumah tersebut, itu sudah wajar, karna rumah itu bukan harta warisan almarhum ayahnya dan mirisnya lagi dia mau menguasai rumah itu, mengakui dan mengatakan kepada semua orang kalau rumah permamen itu adalah harta warisan dari peninggalan ayahnya.

“Apa dia bisa buktikan, kalau rumah itu, merupakan harta dari peninggalan ayahnya, cobalah buktikan, kalau dia (Feri) bisa membuktikannya, silakan ambil rumah itu,” ujar Sri Ulina boru Barus.

Dijelaskannya, ketika dirinya menikah dengan ayah Feri (almarhum) rumah itu belum ada, dan rumah itu dibangun tidak ada sangkut pautnya dengan almarhum, tanah dan rumah itu atas namanya sendiri dari hasil usahanya.

“Bukan sebelum aku kawin dengan ayahnya rumah itu sudah ada, dan kalau dia menganggap itu rumah milik ayahnya jelas salah besar. Rumah jelas hak  milikku, dan telah ku buktikan, tadi telah ku tunjukkan surat-surat dengan polisi, bahkan foto cofynya telah ku serahkan pada polisi,” ucapnya.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi SIK, melalui Kanit Reskri Iptu Budiman Simanjuntak SE Sabtu (13/10) sore membenarkan peristiwa tersebut. Namun Budiman menegaskan  tidak ada terjadi penganiayaan, dari kedua belah pihak.

“Tidak ada terjadi penganiayan atau pengeroyokan, hanya masalah kesalah pahaman saja, maka terjadi petengkaran dan dalam kasus ini tidak ada yang dijadikan tersangka,”sebutnya.

Kanit juga menambahkan  masalah harta warisan itu bukan wewenang pihak Kepolisian. “Lagi pula tadi Sri Ulina boru Barus telah menjukkan surat-surat rumah yang dipermasalahkan anak tirinya itu. Jadi intinya kalau kedua belah pihak ingin melapor silakan saja itu hak masing-masing akan kita terima kapan saja,” pungkas mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota dan Sunggal ini. (Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/