Terkait Dugaan Pungli Dana Tali Asih, Kadis Sosial Karo Mengaku Diperiksa Polres

Kadis Sosial Karo Benyamin Sukatendel Mengenakan Kaos Hitam

KABANJAHE, TOPKOTA.com – Meski lamban tapi pasti, Polres Karo akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Sosial Karo, Benyamin Sukatendel.

Dari informasi yang di dapat di Polres Karo, Benyamin Sukatendel diperiksa terkait dugaan Pungutan Liar (Pungli) terhadap para relawan Tagana Kabupaten Karo sebesar Rp250 ribu/orang.

Sayangnya, Benyamin enggan memberikan penjelasan secara rinci jam berapa dirinya datang ke Polres dan apa-apa saja yang ditanyakan penyidik kepadanya. “Sudah, Bendahara, Sekretaris Tagana dan Kabid yang menangani khusus Tagana sudah dimintai keterangan,” katanya singkat.

Sekadar latar, Dari penelusuran wartawan, Tagana dibentuk Tahun 2007 dengan jumlah anggota sebanyak 105 orang. Para anggota Tagana mulai menerima tali asih dari tahun 2008 hingga saat ini.

Di Tahun 2018 ini, jumlah relawan Tagana sekitar 66 orang yang masih terdaftar. Permasalahan pun muncul ketika salah seorang Tagana tak setuju uang tali asihnya di potong sebesar Rp250 ribu. “Tiap terima selalu saja dipotong 250 ribu. Kalikan saja berapa jumlah Tagana yang ada,” kata salah seorang relawan Tagana yang minta namanya jangan dicantumkan.

Ia menjelaskan, seharusnya total keseluruhan uang tali asih yang diterima sebesar Rp1.500.000. “Berhubung dipotong Rp250 ribu, tinggal Rp1.250.000,” ungkapnya.

Menurutnya, ia tidak mengetahui uang yang dipotong itu digunakan untuk apa. “Gak tau aku bang uang itu bakal digunakan untuk apa. Sebab tidak dijelaskan,” bebernya.

Terpisah, Bendahara relawan Tagana, Nuraini didampingi Kabid Perlindungan, dan Jaminan Sosial, Usaha Purba di ruang kerjanya, Jumat (12/10) kepada wartawan menjelaskan, jika pemotongan tersebut berdasarkan kesepakatan pengurus untuk ‘uang kas’. Anehnya, wanita ini enggan menjelaskan berapa yang sudah terkumpul dan di rekening mana disimpan.

“Mesti kali saya jawab itu disimpan di rekening siapa ya? dan perlu kali kalian tahu jumlahnya?. Jika engak saya jawab kan engak apa-apa kan,” tantang Nuraini.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Karo, Benyamin Sukatendel menegaskan agar para bawahan tidak melakukan pungli, baik berkedok uang terimakasih atau uang rokok maulun lainnya. Karena ini bukan  jamannya lagi, dimana ke transparan saat ini adalah yang  diutamakan.

“Jika terbukti adanya pemotongan Tali Asih yang diberikan pihak Dinas Sosial Karo pada yang berhak selaku penerima relawan Tagana, maka kita minta pihak berwajib mengusutnya. Karena itu adalah haknya relawan Tagana,” jelas Benyamin.

Sebelumnya, Kordinator Tagana Karo, Milgran Sembiring yang dikonfirmasi juga membantah ada melakukan pemotongan. Bukan hanya tak tau, Milgran sendiri dengan tegas menyatakan keberatan dengan pemotongan tersebut.

“Saya juga keberatan dengan pemotongan itu. Sebagai kordinator, saya juga tak dilibatkan dalam pengambilan dana tali asih ini, begitu juga dengan tanda tanganan saya. Pemotongan dana ini harus diusut sampai tuntas,” ujarnya.(John Ginting/Red)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/