Terbongkar, Buku Nikah Ganda Milik Asisten PTPN3 Terbit di Kantor KUA Medan

Irlan Situmorang Ketua LP Tipikor didampingi Sekretaris saat menemui Lukman Kepala KUA Medan Labuhan dan Munim Operator KUA Medan Labuhan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Eddy Siswono alias Eed Asisten Perkebunan di PKS Aek Raso Distrik Labuhan (DLAB 2) Perkebunan PTPN3 (Persero) yang mempunyai buku nikah ganda ternyata diterbitkan di Medan. Pernikahannya dengan Leni Sriwati berlangsung di Kantor KUA Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan dan tercatat dengan Kutipan Akta Nikah No: 660/36/VII/2018.

Tapi anehnya, banyak kejanggalan berkas yang ditemui Tim LP Tipikor saat investigasi dikantor KUA Medan Labuhan, sehingga perkawinan tersebut terkesan “Aspal” alias “Asli tapi Palsu” dan diduga sengaja dirancang Eed dan Leni dibantu temannya bernama Syawaludin Siregar Alias Awal Warga Kota Medan, juga terindikasi sengaja “dimuluskan” oleh M. Lukman Hakim Hasibuan Selaku Kepala KUA dan Munim yang mengaku sebagai Operator di Kantor KUA Medan Labuhan.

Kejanggalan berkas administrasi yang ditemukan Irlan Situmorang selaku Ketua DPD LP Tipikor Nusantara Sergai diantaranya adanya berkas NA (Surat Keterangan Untuk Nikah) bernomor 474.2128/2018 yang terbit berasal dari Kantor Desa/Kelurahan Ciapus Kecamatan Ciomas Kabupaten/Kota Bogor dan Surat Rekomendasi Nikah dari Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciomas.

Ironisnya disurat NA tersebut Eddy Siswono bertempat tinggal di RT 001/007 Ciomas dan berstatus Duda, Padahal ianya berdomisili di Sipispis Serdang Bedagai dan berstatus Kepala Rumah Tangga. Ajaibnya lagi, disurat rekomendasi nikah Eddy Siswono tertulis Berstatus Jejaka.

Sedangkan Leni Sriwati yang merupakan istri simpanannya berdomisili di Kota Medan tetapi ianya juga tertulis beralamat yang sama dengan Eddy Siswono di Desa/Kelurahan Ciapus Bogor. Selain itu surat rekomendasi nikah yang  berlogo Kementerian Agama Republik Indonesia tetapi stempelnya bukan stempel KUA, melainkan stempel Kepala Desa dan Tanda tangan Kepala Desa, oleh karena itu disinyalir dokumen yang diberikan Edy dan istri simpanannya palsu.

Lukman Kepala KUA Medan Labuhan yang dikonfirmasi wartawan terkait keanehan berkas NA dan Rekom tersebut mengaku tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu itu, coba tanya ke Pak Munim, karena dia yang meriksa dan menghadiri pencatatan pernikahan,” jawab Lukman terkesan ingin ‘cuci tangan’ dan seolah tidak tau tentang hal itu.

Ketika dikonfirmasi Kepada Munim terkait keaslian berkas dari Pemerintahan Kabupaten/Kota Bogor mengatakan bahwa berkas tersebut diberikan oleh Edy dan istri simpanannya. “Berkas itu semua dari mereka (Eddy Siswono, Leni Sriwati, Syawaludin Siregar),” Terang Munim.

Wartawan kembali mencoba menghubungi Eddy Siswono dan Syawaludin, Jumat (21/9) tetapi nomor telpon bahkan Whatsaapnya tidak aktif lagi.

Terpisah, LP Tipikor akan membawa kasus ini ke ranah hukum. “Kami dari DPD LP Tipikor Nusantara Sergai akan menggiring kasus ini kejalur hukum,” tegas Ketua LP Tipikor Sergai.(Acong Sembiring)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/