Terbebas dari Penyakit Hama, Hasil Cabai Petani Karo Melimpah

Salah satu petani cabai yang siap memanen hasil tanamannya.

KABANJAHE, TOPKOTA.com – Petani cabai di Kabupaten Karo Sumatera Utara saat ini sudah bisa sumringah, dikarenakan tanaman cabai mereka terbebas dari hama, dan hasil panen perdana dapat mengembalikan modal awal petani.

Ditemui di lokasi lahannya, Poniran mengaku, saat ini dirinya melakukan panen cabai hijau di setiap ladangannya seluas 3.500 meter persegi sudah dapat balik modal. “Panen pertama saat umur tanaman cabai 60 hari saat menjelang akhir pekan ini, cabai hijau di lahan seluas 3.500 meter pesegi ini ditebas pedagang seharga Rp6 juta. Saat itu juga saya bisa langsung mendapatkan pengembalian modal karena biaya pemetikan ditanggung sepenuhnya oleh pedagang tersebut,” kata Poniran petani cabai Desa Sumbul, Kecamatan Kabanjahe, Senin (17/9).

Dibanding cabai hijau, memang harga cabai merah lebih tinggi. Disebutkan petani lainnya, Andy Ginting, untuk harga cabai merah Rp35.000 per kilogram, sedangkan cabai hijau Rp20.000 per kilogram.

Andy mengakui, keuntungan pada panen awal dari cabai telah mengembalikan modal petani. Panen selanjutnya, merupakan keuntungan. “Bisa memanennya berulangkali sampai tanaman berumur 6 bulan. Setelah berhasil mendapatkan pengembalian modal, dalam panen kedua, ketiga dan selanjutnya kami tinggal mencari laba saja,” kata Andy.

Petani cabai lainnya, Iwan Tarigan dari Desa Ergaji Kecamatan Merek mengungkapkan hasil tanaman cabai saat musim hujan sekarang berbeda dengan hasil tanaman sebelumnya. “Beberapa tahun belakangan ini petani cabai di Kecamatan Merek, sangat terpuruk akibat serangan penyakit karena kondisi cuaca yang kurang mendukung,” ujar dia.

Menyinggung harga jual kepada tulakan, ditegaskan Iwan tidak jauh dengan harga di pasaran. “Keuntungan bertanam cabai kali ini bisa mengobati kekecewaan petani saat musim tanam cabai tahun lalu,” tegas Iwan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Sarjana Purba, mengaku senang dengan hasil panen petani cabai meski sempat alami musim kemarau selama tiga bulan. “Saya sangat gembira jika petani di Karo ini berhasil. Memang beberapa minggu terahir cuaca di wilayah Karo ini mengalami kekeringan bahkan hampir tiga bulan kemarau. Jadi kita doakanlah agar semua hasil pertanian bisa terus merangkak naik dan kalau ada keluhan-keluhan petani tentang masalah pertanian, petani bisa langsung mengubungi PPL kita yang ada di lapangan,” pungkas Sarjana Purba.(John Ginting)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/