Tempo 12 Jam Polres Karo Berhasil Ungkap Pembunuhan di BPK Vichada Berastagi, Pelaku Ditembak

Andika Prananta Ginting Pelaku Pembunuhan Saat di Ruangan Satreskrim Polres Karo.

KABANJAHE, TOPKOTA.com – Pelarian Andika Prananta Ginting (20) berakhir sudah, setelah sempat melarikan diri usai membunuh korbannya Muliati Sinuhaji (60) warga Desa Gajah Kecamatan Simpang Empat, Kamis (7/3) sekira pukul 06:30 Wib di dalam rumah makan BPK Vicada  Jalan Letjen Jamin Ginting, tepatnya di depan Okup Manohara  Desa Raya Kecamatan Berastagi.

Terkait kejadian itu Polres Karo langsung memburu pelakunya, tak sempat berhari, dalam Tempo 12 Jam Satreskrim berhasil meringkus Pelaku di Desa Namorih Kecamatan Pancur Batu Deli Serdang, Kamis (7/3) sekira pukul 23.30 Wib.

Begitu dilakukan pengamanan, Andika Prananta Ginting berusaha kabur dari sergapan Polisi sehingga diberikan tembakan peringatan, takut buruannya kabur, maka timah panas langsung menjebol kedua paha pelaku sehingga bertekuk lutut di tangan petugas dan langsung diboyong ke Tanah Karo.

Andika Prananta Ginting saat di wawancarai sejumlah wartawan di Ruangan Satreskrim mengakui perbuatannya yang telah melakukan penikaman terhadap mantan majikannya Muliati Sinuhaji saat tertidur di dalam kamar warung makan BPK Vicada sehingga meregang nyawa.

Lebih lanjut dikatakannya, kejadian ini bermula karena dirinya tidak memiliki uang sama sekali untuk pulang ke Sei Mencirim Deliserdang sehingga timbul niatnya melakukan pencurian ke rumah makan bekas tempat kerjanya. “Saya sempat tiga bulan bekerja di rumah makan itu dan tinggal di situ bersama korban, gaji 1 juta setiap bulannya dan sebelumnya juga pernah bekerja di rumah makan BPK  di Desa Sumbul. Saya keluar dari rumah makan Vicada itu berkisar dua minggu lalu. Saya sudah empat kali melakukan pencurian di dalam rumah termasuk rumah orang tua saya di Sei Mencirim,” ujarnya sambil meringis kesakitan.

Disambungnya lagi, saat masuk ke dalam rumah makan itu dengan cara melalui jaring jendela yang dirusak sekira pukul 03.00 Wib dini hari, pelaku langsung memasuki kamar tempat korban tidur dan melihat celananya ditutupi dengan plastik. “Saat saya tarik dompet di saku celana, bapak itu terbangun karena mendengar suara bersisik dari plastik yang menutupi celananya. Bapak itu langsung berteriak dan menyebut nama saya,” ujarnya.

Karena korban berteriak membuat pelaku gelap mata dan mengambil pisau pemotong daging babi. “Adanya teriakan itu maka saya raih pisau pemotong daging babi yang terletak di dalam kamar itu dan langsung menusuk bagian atas kupingnya sehingga dia pun terkapar di tempat tidur itu. Sebelum melakukannya,s aya terlebih dahulu berada di cafe Barokah untuk minum tuak dan setelah merasa aman baru saya beraksi,” ujarnya.

Pelaku juga mengaku sempat mengambil barang berharga milik korbannya. “Sedangkan emas dan berlian korban sempat saya ambil, dua cincin emas dan satu  cincin berlian. Dan baru cincin berlian saya jual seharga satu juta ke toko emas di Kabanjahe seharga 1 juta. Sedangkan uangnya saya beli HP seharga 150 ribu rupiah  dan selanjutnya saya lari ke Pancur Batu,” ujarnya.

Kapolres Karo AKBP Benny Remus Hutajulu SIK ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Ras Maju Tarigan SH didampingi Ipda Codet Tarigan mengatakan kepada wartawan, penangkapan terhadap pelaku dalam hitungan jam atas adanya informasi dan keterangan saksi. “Penangkapan itu  dilakukan bersama dengan Sub Dit Krimum Polda Sumut ,dan saat ditangkap pelaku  hendak melarikan diri sehingga kedua kakinya terpaksa diberikan tindakan terukur, dan kasus ini terus ditindaklanjuti,” ujarnya.  (John Ginting)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/