Takut Tua Dalam Penjara, Empat Kurir 6,6 Kg Sabu Minta Ringankan Hukuman

Keempat terdakwa saat diadili di PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Takut tua dalam penjara empat kurir narkoba yang telah dinyatakan bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Alfian, Erwin Daulay, Muhammad Agam dan Muhammd Rizal (berkas terpisah), terdakwa kepemilikan sabu seberat 6,6 kg  yang telah dijatuhkan tuntutan 19 tahun penjara dan didenda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan mengajukan pembelaan (pledoi)

Sidang yang beragenda pembelaan (pledoi) yang digelar di ruang cakra 6 Pengadilan Negri (Medan) kemari sore itu dipimpin oleh Majelis Hakim Deson Togatorop, dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga kuasa hukum terdakwa L Homasi SH kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini menyatakan, bahwa keempat terdakwa adalah korban, terdakwa tidak layak jika dijerat pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam nota pembelaannya (pledoi), kuasa hukum terdakwa L Homasi SH juga mengatakan, bahwa keempat terdakwa selama menjalani persidangan, tidak berbelit, belit, mengakui semua kesalahannya, dan juga telah menyatakan menyesali perbuatannya, serta selama hidupnya keempat terdakwa belum pernah dihukum. “Kami selaku penasehat hukum keempat terdakwa memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, berkenan  menjatuhkan vonis yang seringan ringannya terhadap terdakwa,” ucapnya.

Selain itu dalam pledoinya tersebut, keempat terdakwa secara lisan kepada majelis hakim juga berharapan dan memohon agar kiranya dapat menjatuhkan vonis yang seringan ringannya. “Tolonglah kami bapak hakim, jangan kami dihukum berat, jatuhkan vonis yang seringan ringannya kepada kami, sebenarnya kami ini adalah korban dari Eet (DPO) pak hakim.  Dan Eet mejanjikan upah Rp5 juta per kilogram bila berhasil membawa sabu tersebut ke Medan, karna kami tak pernah mempunyai uang banyak jadi kami tergiur,”ucap keempat terdakwa bergantian dengan lugunya.

Sebelum persidangan berakhir, Majelis Hakim Deson Togatorop menanyakan tanggapan pembelaan kuasa hukum terdakwa tersebut kepada JPU, “Untuk menanggapi hal tersebut saya mohon waktu satu minggu pak Hakim,” ucap Kadlan Sinaga selaku Jaksa

Akhirnya majelis hakimpun memberikan kesempatan waktu selama sepekan untuk JPU memberikan tanggapan pledoi kuasa hukum terdakwa.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga dalam tuntutannya menyatakan, selain pidana penjara keempat terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. “Meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini agar menghukum para terdakwa dengan hukuman masing-masing pidana 19 tahun penjara ,” ucap JPU Kadlan di depan majelis hakim diketuai Deson Togatorop. di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (4/10) sekira pukul 17.00 Wib

Jaksa dari Kejati Sumut ini, kepada majelis hakim juga menyebutkan, kalau keempat terdakwa telah melakukan pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi 5 gram.

“Keempat terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkas JPU (Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/