Takut Dihukum Mati, Kurir Sabu 100 Kg Jaringan Internasional Minta Dibebaskan

Kedua terdakwa saat menjalani sidang di PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Arman alias Man dan Edi Suryadi alias Adi terdakwa pemilik narkoba jenis sabu seberat 100 Kg jaringan internasional benar-benar ketakutan dihukum mati. Pasalnya kedua terdakwa sambi mengiba dengan raut wajah sedih, minta dibebaskan saat sidang dalam agenda pembelaan (pledoi) yang digelar diruang Cakra 4 Pengadilan Negeri Medan, Kemarin sore

Dalam agenda pembelaan tersebut, kedua terdakwa didampingi penasihat hukum Khadirun SH menyebutkan niat Arman (31) menjadi perantara narkoba jenis sabu 100 Kg disebabkan lantaran istrinya sakit.

“Istri saya waktu itu lagi dalam keadaan sakit, dan saat itu sangat memerlukan uang untuk perobatan, maka saya menerima pekerjaan itu yang mulia. tolonglah ringankan  hukuman saya agar jangan di hukum mati,”ucap Arman sambil mengiba

Selain itu dihadapan ketua majelis hakim Ali Tarigan penasehat hukum kedua terdakwa juga menyebutkan pembelaaan terhadap seorang terdakwa lainnya yakni Edy Suryadi (39) yang sekaligus sebagai sepupu Arman.

Dalam nota pembelaannya, Edy (terdakwa) yang juga melalui penasehat hukumnya, minta dibebaskan dari segala dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menghukumnya dengan hukuman mati. Dia menyebutkan, bahwa hanya dikenalkan Arman kepada Ajani (Buron) yang merupakan dalang dibalik pengiriman narkoba jenis sabu seberat 100 Kg

“Terdakwa Arman berniat mencari kerja melaut lantaran istrinya sakit-sakitan. Lantaran sudah lama tidak bekerja Arman menerima pekerjaan yang ditawarkan oleh Ajani yang merupakan teman Edy Suryadi,” sebut Khadirun kepada Majelis Hakim yang dipimpin Ali Tarigan.

Khadirun juga mengatakan sebenar dalam kasus ini Edy Suryadi tidak mengetahui bahwa Ajani meminta Arman untuk mengambil sabu-sabu di perairan Malaysia. “Edy hanya mengenalkan dan kemudian Arman juga baru mengetahui setelah melakukan perjalanan kelaut lantaran diminta untuk menakhodai penangkapan ikan asin,” ucap Khadirun

Sementara Chandra P Naibaho selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) usai mendengar nota pembelaan kedua terdakwa yang dibacakan penasehat hukum melalui terdakwa, meminta waktu kepada majelis hakim untuk menyusun replik (jawaban). “Yang Mulia, untuk terdakwa Arman, kami JPU tetap pada putusan sementara untuk Edi Suryadi kami minta waktu satu Minggu untuk memberikan jawaban tertulis,” ucap Chandra.

Sebelumnya diketahui Chandra P Naibaho dalam agenda tuntutannya menyebutkan Arman dan Edi terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ia meminta Majelis Hakim memutuskan pidana untuk keduanya dengan hukuman mati pada sidang yang berlangsung Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (4/10) sore lalu. (Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/