Sofyan Taufik SH : Kalau Tidak Mampu Pecat Oknum Guru Cabul, Kadis Layak Mengundurkan Diri

Praktisi Hukum Sofyan Taufik SH.

MEDAN, TOPKOTA.com – Kepala Dinas Pendidikan Langkat, H Saiful Abdi, beberapa waktu lalu mengatakan akan memecat bawahannya yang diduga melakukan pencabulan terhadap 4 siswa SD Negeri 056645 Dusun V Kampung Baru, Pangkalan Siata.

Pelaku adalah Mar (30), seorang guru honorer bertugas dimana siswa itu dicabuli.”Jika terbukti maka saya akan memecat pegawai honor tersebut. Karena kasus ini masih ditangani penegak hukum, maka kita tunggu proses hukumnya, apakah apakah terbukti atau tidak. Dan, jika terbukti akan kita pecat adinda,” katanya dengan nada serius, via Whatsapp, beberapa waktu lalu.

Ungkapan ini ternyata langsung ditanggapi oleh praktisi hukum muda Sofyan Taufik SH. Pengacara yang selalu sukses dalam menangani perkara korupsi dan perkara lainnya ini lantas mengatakan agar Kepala Dinas Pendidikan Langkat, H Saipul Abdi, tidak hanya ngomong doang.

“Kepala Dinas dapat melakukan tindakan Pemecatan terhadap oknum guru tersebut yang telah merusak serta mencoreng dunia pendidikan dimana seharusnya oknum guru tersebut berkewajiban memberikan ilmu pengetahuan terhadap anak didiknya, bukan mencabulinya,” kata Sofyan via Whatsapp, Jumat (14/9/).

Sambungnya, oknum guru tersebut dapat diberhentikan sebagaimana dimaksud dalam UU No 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Dimana dalam Pasal 250 huruf B disebutkan,  dipidana penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah inkracht karena melakukan tindak kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungan dengan jabatan dan atau pidana umum.

Menurutnya, oknum guru tersebut sudah layak dan pantas di pecat karena telah mencoreng dunia pendidikan dan tindakankan oknum guru tersebut telah melanggar UUPA Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 24 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan di ancam dengan hukum pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak 5 milyar sebagaimana tersebut dalam pasal 81 ayat 1 UUPA.

“Kita minta Kepala Dinas Pendidikan Langkat, H Saiful Abdi untuk membuktikan ucapannya. Jika tidak mampu memecat pegawai honorer tersebut, Kepala Dinas layak untuk mengundurkan diri karena dinilai tidak mampu memimpin di Dinas Pendidikan tersebut,” ungkapnya.

Sekadar diketahuir, keempat korban pencabulan yang diduga dilakukan Mar diantaranya FZ dan DR siswa kelas III, SA siswa kelas IV dan AH siswa kelas V SD 056642 Pangkalan Siata.

Kepada wartawan Cici selaku guru Bimbingan Konseling (BK) SD Negeri 056642 Pangkalan Siata membenarkan peristiwa dugaan pencabulan tersebut. “Ya…dan telah dilaporkan ke Polsek (Pangkalan Susu,red),” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Pangkalan Susu, AKP Selamat Riyadi, membenarkan kasus tersebut mau dilaporkan ke Polsek Pangkalan Susu. “Benar, kemaren mereka datang ke Polsek, akan melaporkan kasus tersebut. Dan mereka ditemui Kanit (Kepala Unit Reskrim) dan di karenakan Polsek tidak memiliki PPA (Perlindungan Perempuan dan Anaknya, red) kami arahkan untuk ke Polres Langkat membuat laporannya,” bebernya.(Boy)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/