Sidang Dugaan Penipuan Mantan Bupati Tapteng Diwarnai Saling Batah

Terdakwa saat disidang di PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Sidang kasus dugaan penipuan dengan terdakwa Mantan Bupati Tapanuli tengah Sukran Jamilan Tanjung (51) bersama Amirsyah Tanjung (46) diwarnai aksi saling bantah dan saling tuding menuding dengan saksi pelapor Josua Marudutta Hutahean.

Pada sidang perdana yang berlangsung di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, kemarin itu, majelis hakim yang di Ketua Sariyana setelah mengetukkan palunya bertanda sidang dimulai, langsung memberikan kesempatan untuk tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penasihat hukum menanyai saksi pelapor Josua Marudutta Hutahean yang hadir di ruang sidang.

Josua Marudutta dalam kesaksianya dihadapan majelis hakim mengatakan bahwa dirinya ditawari kerabat Sukran Jamilan Tanjung  yakni Amirsyah Tanjung untuk mengerjakan proyek rehabilitasi puskesmas di Kabupaten Tapanulitengah pada tahun 2016 dengan pagu anggaran sebesar Rp 5 miliar. “Saya ditawari proyek rehab Puskesmas oleh Amirsyah Tanjung. Saat itu saya juga diperintah Amirsyah untuk mengantarkan uang kepadanya sebesar Rp 375 juta,” ucap Josua.

Lebih lanjut, Josua mengatakan bahwa dirinya sempat bertemu dan sekaligus membahas proyek tersebut bersama temannya Rolland Limbong dan Amirsyah Tanjung pada Januari 2016 di rumahnya. Ketika itu kata Josua bahwa Amirsyah meminta dirinya mentransfer uang administrasi sebesar Rp 375 juta ke rekening seseorang bernama Umar Hasibuan dan Rp 75 juta ke rekening Amirsyah sendiri. “Yang pasti saya sudah memberikan uang beberapa kali. Saya juga sudah berkomunikasi dengan Syukran,” jawab Josua Marudutta kepada JPU Kadlan Sinaga.

Sementara terhadap kesaksian Josua Marudutta, Syukran maupun Amirsyah Tanjung membantah keterangannya. Namun, keduanya mengaku mengenal Josua. “Saya sempat bertemu Josua tapi keterangan yang diberikannya salah semua. Saya tidak pernah memberikan janji proyek dan menerima uang. Saya pernah menunjukkan bukti rekening saya jika memang benar,” ucap Eks Bupati Tapteng periode 2011 – 2016 Sukran Jamilan Tanjung menjawab pertanyaan Majelis hakim.

Setelah mendengarkan keterangan kedua terdakwa Hakim Sariyana pun menutup sidang hingga Kamis pekan depan.

Saat keluar dari ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, Josua yang ditemui wartawan menerangkan bahwa dirinya telah ditipu oleh kedua terdakwa meski keduanya membantah dalam persidangan. “Itu kan kata orang itu terserah lah. Majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum kan bisa menilai keterangannya tadi,” ucapnya sembari berlalu meninggalkan Pengadilan Negeri Medan.

Terhadap penahanan keduanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga membenarkan bahwa kedua terdakwa tidak ditahan sebelumnya. Kadlan mengatakan bahwa tidak ditahannya keduanya telah dilakukan sejak dalam penyidikan oleh Polisi. “Kita cuman meneruskan aja. Di Polisi kemarin ini sudah tidak ditahan jadi kita juga tidak tahan. Mungkin ada pertimbangan subjektifnya ya,” pungkas Kadlan Sinaga.

Diketahui dalam perkara tersebut, Josua Marudutta melaporkan Eks Bupati Tapteng Sukran Jamilan Tanjung dan kerabatnya Amirsyah Tanjung ke Polda Sumut lantaran mengaku telah ditipu sebesar Rp 450 juta. Kini terhadap keduanya, Jaksa Penuntut Umum menyematkan dakwaan primer pada pasal 378 Jo Pasal 55 (1) ke 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dengan Subsider Pasal 4 Undang –Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pembrantasan Tindak pidana Pencucian uang Jo Pasal 55 (1) ke 1 KUH Pidana. (Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/