Sarasehan Ke-33 Yayasan BITRA Indonesia, Bupati Sergai Ajak Bangun Peradaban Bersama Rakyat

Bupati Sergai Ir. H. Soekirman didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Ny. Hj. Marliah Soekirman foto bersama usai membuka acara Sarasehan BITRA ke 33 di Desa Besar II Terjun.

SERGAI, TOPKOTA.com – Bupati Serdang Bedagai Ir H Soekirman menghadiri kegiatan Sarasehan ke-33 Yayasan Bitra Indonesia yang digelar di Dusun II Besar II Terjun Kecamatan Pantai Cermin, Rabu (13/3).

Selain Bupati Sergai Ir H Soekirman hadir juga Ketua TP PKK Ny Hj Marliah Soekirman, Kapolres Sergai diwakili, Dandim 02/04 Deli Serdang diwakili,  Camat Pantai Cermin Benny Saragih, Direktur  Pusaka Indonesia, Ketua Badan Pembina BITRA Indonesia Wahyudi serta ratusan anggota BITRA Indonesia.

Bupati Sergai Ir H Soekirman dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari ini bertepatan dengan 37 tahun yang lalu dirinya beserta istri resmi menjadi suami dan istri. Dalam kesempatan ini, Bupati juga menyampaikan selamat atas sarasehan yang ke 33 yayasan BITRA Indonesia. “Saya ingat saat itu, Yayasan BITRA Indonesia seperti halnya perahu kecil yang menghadapi berbagai macam badai, karang serta tantangan lain yang tengah dihadapi, hingga kini kami dapat melewatinya,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak untuk bisa menerapkan ilmu sebagai insan yang ‘menjadi’, bukan sebagai insan yang ‘memiliki’. “Saat ini, beragam keberhasilan BITRA Indonesia dalam membina masyarakat marginal membuat saya semakin yakin di sarasehan yang ke 33 ini mampu menjadikan kita sebagai umat manusia bermanfaat bagi orang banyak,” ungkapnya.

Kembali ditambahkan Bupati, bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan perbedaan, namun perbedaan tersebut bukanlah penghambat dalam menuju tujuan negara, akan tetapi merupakan peluang dan kekuatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang dicita-citakan, sebagai mana yang tercantum pada Pancasila, yakni sila yang ke 3 ‘Persatuan Indonesia’ yang merupakan kunci dalam mengelola perbedaan tersebut.

Bupati Sergai Ir. H. Soekirman serahkan satu ekor kambing untuk dikonsumsi selama acara berlangsung

“ Inklusi Sosial dipahami sebagai sebuah upaya penting yang dapat mendorong keadilan dan kebersamaan dalam pembangunan nasional. melalui inklusi sosial ini maka setiap masyarakat dapat memberikan kontribusinya terhadap kemajuan negeri,” kata Soekirman.

Lebih lanjut, inklusi sosial setidaknya mencakup 3 bidang besar yang saling berkaitan yaitu pendidikan, sosial-budaya dan ekonomi. Dari ketiga bidang tersebut, peningkatan pendidikan merupakan prioritas yang paling mendesak karena dengan pendidikan anak dan remaja marginal bisa terbebas dari belenggu keterbelakangan.

Sementara Ketua Badan Pembina BITRA Indonesia mengaku tidak membayangkan yayasan ini bisa bertahan sampai saat ini, dengan tekad yang kuat sarasehan dapat di selenggarakan hingga mencapai 33 kali.

“Sarasehan ini dibangun untuk tempat kita bertukar pikiran, mendapatkan pengetahuan yang baru. Apalagi sarasehan ini di ikuti sebanyak 11 Kabupaten/Kota se-Sumut,” ujarnya mengakhiri. (End)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/