Proyek Tanpa Plank Gunakan Beko Milik Bupati Labura

Penumbangan tanaman sawit menggunakan beko yang disebut-sebut milik Bupati Labura.

AEK KANOPAN, TOPKOTA.com  – Penebangan tanaman sawit di areal eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Membangmuda Kecamatan Kualuhhulu Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), yang dikerjakan awal bulan April menjadi sorotan.

Pantauan topkota.com di lokasi, saat itu pekerjaan tidak memiliki plank proyek sama sekali. Sementara, pekerjaan yang dilaksanakan di samping lokasi Kantor Bupati Labura itu merupakan areal proyek Pembangunan Alun-Alun Kota Kabupaten Labura senilai 1,9 Miliyar pada tahun 2018. Dan anehnya, proyek penebangan tanaman sawit itu bukan bagian dari Proyek Pembangunan Alun-alun Kota karena tidak masuk dalam RAB Dinas PUPR Labura.

Selain itu, penebangan pohon sawit yang sudah hampir setengah bulan beroperasi dengan menggunakan satu unit eskavator alias beko ini tidak diketahui siapa pelaksana pekerjanya. Begitu juga dengan Instansi setempat juga tidak terlihat berada di lokasi baik Pemerintah Kabupaten maupun perusahaan BUMN.

Ketika salah seorang operator eskavator yang tidak menyebutkan identitasnya ditemui topkota.com di lapangan, mengaku jika dirinya hanya diperintahkan untuk menebang sekaligus mencincang tanaman sawit disana.

Perintah itu, kata operator, langsung disampaikan oleh Bupati Labura, H Kharuddinsyah SE. Bahkan eskavator yang berada di lokasi juga merupakan milik pimpinan daerah disana. “Punya (beko-red) si Bos ini bang. Bos langsung yang perintahkan. Nggak tahu lah bang siapa yang punya (Pelaksana proyek-red), tapi karena sudah perintah si Bos (Bupati-red) ya kami langsung turun,” ujar operator.

Tidak sampai disana, operator beko juga menyatakan kalau pengawas lapangan untuk proyek “siluman” itu adalah Ramli  yang saat itu memang sedang berada disana.

Sayangnya, ketika Ramli dijumpai topkota.com, langsung menghindar saat ingin ditanyai terkait pelaksanaan proyek “siluman” itu. “Tak tahu aku, coba sama dia saja kau tanya. Aku tidak tahu menahu,” elaknya sembari menunjuk salah seorang bernama Salam.

Salam yang dimintai keterangan, juga merasa tidak tahu siapa pelaksana proyek dimaksud. Keberadaan dia dan Ramli di lokasi hanya untuk mengambil buah sawit yang sebelumnya sudah mendapat izin dari Bupati Labura H Kharuddinsyah, SE.

“Kami hanya mengambil buahnya saja. Ku minta sama si Bos untuk uang-uang rokok saja. Ambil lah kata si Bos, makanya kami kemari. Kalau penumbangan ini, tak tahu kami,” terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Labura H Edwin Defrizen ST membenarkan jika alat berat yang digunakan untuk penumbangan tanaman sawit adalah milik Bupati Labura H. Kharuddinsyah SE.

Persoalan penumbangan itu, Edwin sama sekali tidak mengetahui itu pekerjaan dari mana. “Yang jelas di Dinas PU hanya ada lanjutan pembangunan alun-alun dan pada RAB nya sebatas penimbunan saja. Tidak ada bagian penumbangan karena anggarannya cuma dua milyar,” ujarnya.

Malah, Edwin menduga anggaran untuk penumbangan di poskan di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) bagian Tata Pemerintahan (Tapem). Alasan dia, saat itu BPN membutuhkan ruang yang jelas untuk mengukur luas areal yang nantinya akan disertifikatkan.

“Makanya itu ditumbang, biar lebih jelas BPN mengukurnya. Lagian, yang digunakan pun beko milik si Bos (Bupati-red) kog. Sepala jumpai saja Biwal (Kepala Bagian Tapem-red), mungkin dimasukkan di Tapem anggarannya,” elak Edwin ketika dikonfirmasi di Kantin Kantor PUPR, Jumat (21/6). (Fachri Ramadhan Daulay)

 

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/