Poldasu Selidiki Pendistribusian Kosmetik Ilegal di Kota Medan

Ilustrasi

 

Topkota.com – Peralatan kosmetik yang dikonsumsi para kaum Hawa memang sangat diperlukan untuk menghias diri menjadi lebih baik atau cantik. Namun jika peralatan kosmetik yang dibeli ternyata ilegal tentu saja dapat berdampak buruk, terutama kosmetik yang tidak dilabeli sertifikat dari Balai POM.

Kosmetik ilegal ini tentu saja membahayakan, selain tidak diketahui bahan-bahan dasar pembuatannya, zat-zat kimia yang tergandung didalamnya juga berdampak pada kesehetan penggunanya.

Informasi yang dihimpun Topkota.com, di Kota Medan saat ini banyak para pengusaha yang ingin mencari untung sebesar-sebesarnya dengan memasarkan produk yang tidak resmi alias ilegal, salah satunya kosmetik.

Untuk mengantisipasi hal tersebut pihak Kepolisian Sumatera Utara sudah melakukan penyelidikan untuk menindak pelaku usaha ilegal ini, saat ini petugas sudah mengantongi informasi tersebut dan akan melakukan penindakan dalam waktu dekat.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan di lapangan tentang produksi dan peredaran kosmetik ilegal khususnya di kota Medan. “Kita masih menyelidiki peredaran kosmetik ilegal tersebut. Kalau sudah terbukti, pasti kita tindak,” tegas Nainggolan.

Tambahnya lagi, pihak kepolisian mengucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan masyarakat tentang adanya praktik peredaran kosmetik ilegal. Namun, dia meminta informasi akurat agar segera bisa ditindak dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Selain pihak Kepolisian, salah satu LSM Berkordinasi juga melakukan investigasi mengenai keberadaan kosmetik ilegal ini. Menurut mereka tak sulit menemukan alat-alat kecantikan ilegal dan obat-obatan import di Kota Medan. Seperti di Pusat Pasar Medan Mall/Cathy, Pasar Sambas, Pasar Petisah dan sejumlah lokasi lainnya.

Ketua LSM Berkordinasi Kota Medan Zamal A Harahap SH juga meminta penegak hukum untuk menindak para penjual kosmetik dan obat-obatan ilegal ini.

“Kalau berani, mari kita razia toko-toko obat dan kosmetik yang bebas memperjualbelikan barang-barang ilegal tersebut. Kalau memang tidak menerima upeti, maka buktikan dengan tindakan nyata. Kita sudah laporkan dan memiliki buktinya. Maka kita minta segeralah mengadakan razia dan bersihkan Kota Medan ini dari barang-barang ilegal,” tandasnya.

Dari investigasi dilapangan, peredaran kosmetik dan obat-obat yang diduga tidak memiliki izin ini didistribusi oleh satu orang. Para toko yang menjual barang ilegal ini menyebutnya dengan istilah Korlap (Koordinator Lapangan).

Peran Korlap ini sangat penting di bisnis “hitam” obat dan kosmetik ilegal, dikarenakan dapat meloby sejumlah penegak hukum dan dapat membebaskan penjual kosmetik ilegal dari jeratan hukum.

Tidak hanya itu, peran Korlap ini dalam memuluskan peredaran obat-obatan ini sangat profesional. Bahkan oknum Penegak hukum setempat tidak akan berani mengusik bisnisnya, karena Korlap ini memiliki backing yang lebih kuat dari penegak hukum di Sumut.

Setiap toko kosmetik disebut-sebut dikutip Korlap ini dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp1 juta per bulan hingga Rp7 juta, berdasarkan banyaknya kosmetik ilegal yang dijual toko kosmetik yang berada di bawah pengawasan si koordinator.

Setelah uang dikumpulnya dari para pemilik toko dengan modus asosiasi, kemudian Korlap ini menyetorkan uang tersebut kepada pihak berwenang seperti lembaga pemberi izin peredaran obat-obatan dan juga penegak hukum sesuai jadwal.

Informasi yang diperoleh sejumlah produk kosmetik yang diduga tidak memiliki Izin Edar tersebut seperti Temulawak Cream warna kuning, Natahsya, Luzzini, Renewal Cream, Baby Face 3 dan masih banyak lagi jenis produk lainnya. Produk diduga ilegal ini dikabarkan disimpan di salah satu gudangdi Kelurahan Tanah 600 Kecamatan Medan Marelan

Terkait informasi ini Korlap yang dihubungi sejumlah wartawan melalui nomor selulernya ketika dikonfirmasi enggan memberikan jawaban, meski telah dilayangkan pesan singkat juga kerap tidak membalas. (Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/