Poldasu Cabut Status Siaga Satu

Kasubbid Penmas Poldasu AKBP MP Nainggolan

MEDAN, TOPKOTA.com – Seiring dengan mulai stabilnya situasi keamanan pasca penangkapan sejumlah kasus terduga teroris di berbagai daerah, pihak kepolisian Polda Sumatera Utara akan segera mencabut status siaga di Wilayah Sumatera Uatara. Namun, Polri tetap memberlakukan pengamanan ketat pada seluruh pintu masuk markas kepolisian.

“Kemungkinan hari ini siaga satu dicabut,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan.

Pertimbangan pencabutan status tersebut, kata Nainggolan, mengingat Sumut bukanlah target serangan teroris dan adanya beberapa terduga teroris yang sudah diamankan. “Selain itu, pencabutan status siaga satu tersebut didasari hasil analisis kepolisian yang mengindikasikan Sumut aman dari kemungkinan aksi terorisme.” terangnya.

Pencabutan status itu berlaku untuk seluruh jajaran Polda Sumut. Namun, pengamanan pada setiap pintu masuk markas kepolisian masih diperketat. “Mulai dari polres-polres sampai polsek Se-Sumut,” sebutnya.

Di samping itu Nainggolan mengatakan, untuk meminimalisasi pergerakan teroris di Sumut, selama ini kepolisian telah melakukan pemantauan. Hanya saja kepolisian sangat berhati-hati untuk melakukan tindakan langsung. “Setiap gerak-gerik mereka (teroris) sudah diawasi. Namun, polisi tidak serta merta melakukan tindakan pengamanan,” pungkasnya seraya menyebutkan kembali bahwa status siatuasi dan kondisi Sumut dipastikan masih aman.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menyatakan, pihaknya saat ini telah menetapkan siaga satu di wilayah Sumut. Kapolda Sumut menyebutkan ada sebanyak 2/3 kekuatan yang ada di Polda dan jajaran yang disiagakan.

“Mengantisipasi kejadian kemaren yang beruntun, kami menjadikan siaga satu mulai tadi malam. Jadi 2/3 kekuatan di Polda jajaran kita siagakan sembari memonitor situasi diwilayahnya masing-masing,” ungkap Perwira Tinggi Berbintang Dua tersebut.

Irjen Pol Paulus Waterpauw menjelaskan, bahwa siaga satu ini ditetapkan dalam rangka melakukan konsolidasi kekuatan. Ia juga menyebutkan, agar dalam siaga satu anggota tidak berkeliaran sendiri-sendiri, melainkan tetap berada di markas komando masing-masing untuk mendapat arahan dan petunjuk pimpinan. “Setelah itu kita juga akan menggunakan mereka ke tempat-tempat keramaian, seperti tempat ibadah dan lain-lain yang sifatnya perlu untuk keamanan,” sebutnya.

Waterpauw mengaku, berkaca dari peristiwa teror di Jakarta dan Surabaya, Kapolri dan Wakapolri telah memberikan atensi untuk memprioritaskan pengamanan pada tempat ibadah, markas komando, perumahan, mall dan tempat hiburan lainnya. Bahkan, untuk Mapolda Sumut, saat ini pengamanan telah dibuat berlapis, dan akses masuk hanya ditetapkan satu pintu melalui pintu belakang.

“Namun, saat ini situasi kondisi di wilayah Polda Sumut, Polres dan Polsek masih dalam keadaan aman terkendali. Begitu juga aktivitas masyarakat masih lancar, dan perekonomian masih berjalan.’ sambungnya.(Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/
Rate this article!