Poldasu Bongkar Sindikat Narkoba Internasional, 41 Kg Sabu dan 9 Tersangka Diamankan

Wakapoldasu Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto S.I.K, M.Hum didampingi Pejabat Utama, Labfor Cabang Medan Dit Narkoba Polda Sumut melaksanakan Konferensi Press Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Narkotika Gol.I jenis Shabu seberat 41 Kg.

MEDAN, TOPKOTA.com – Sebanyak sembilan tersangka dan 40,5 kg narkotika jenis sabu jaringan Internasional Malaysia-Bagan Asahan-Tanjung Balai-Aceh-Medan, berhasil diamankan Dit Res Narkoba Polda Sumut. Penangkapan sembilan tersangka dan 40,5 kg sabu tersebut hasil pengungkapan Dit Res Narkoba Polda Sumut selama dua pekan dari tanggal 6 hingga 16 Oktober 2018.

“Pengungkapan sindikat narkoba jaringan Internasional Malaysia-Bagan Asahan-Tanjung Balai-Aceh-Medan ini berawal dari informasi masyarakat,” kata Kapoldasu, Irjen Pol Drs Agus Andrianto yang disampaikan melalui Waka Poldasu, Brigjen Pol H Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum dalam siaran persnya di Halaman Dit Res Narkoba Poldasu, Jumat (19/10).

Lanjut dikatakan Waka Poldasu, para tersangka berikut barang buktinya diamankan dari empat lokasi berbeda. “Penangkapan pertama dilakukan di Jln Titi Payung, Bagan Asahan Induk, Dusun III, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan pada Sabtu (6/10/2018) sekira pukul 20.30 WIB yang berhasil mengamankan empat orang tersangka,” ujar Brigjend Pol Mardiaz didampingi Dirrektur Narkoba Poldasu, Kombes Pol Hendri Marpaung.

Lanjut dijelaskan mantan Kapolrestabes Medan ini, keempat tersangka adalah FM (33), W (43), IP (43) dan BA alias R (36).”Tiga nama pertama diketahui penduduk Bagan Asahan, Kecamatan Tanjung Bali, Kabupaten Asahan. Sedangkan tersangka BA diketahui tinggal di Jln Lintas Medan-Banda Aceh tepatnya di Desa Nibung, Kecamatan Samtadirabayu, Louksemawe, Kabupaten Aceh Utara,” jelas Brigjen Pol Mardiaz.

Dari keempatnya, sambung Waka Poldasu, polisi menyita tujuh bungkus plastik teh warna hijau bertuliskan bahasa China merek Guanyinwang yang berisi narkoba jenis sabu seberat tujuh kilogram, satu tas ransel warna hitam dan empat unit handphone.

“Sedangkan penangkapan kedua dilakukan pada Kamis (11/10/2018) sekira pukul 21.00 WIB di Jln Gagak Hitam, Medan, tepatnya di Stasiun Bus Simpati Star. Dari penangkapan ini, polisi menangkap tiga orang tersangka yang kesemuanya warga Kabupaten Aceh Utara, yakni MN (46), MY (40) dan M (32) serta 10 kg sabu, tiga handphone, dua dompet, satu tas ransel dan sepeda motor Vario warna putih,” sambung Brigjen Pol Mardiaz.

Kemudian, penangkapan ketiga dilakukan pada Jumat (12/10/2018) sekira pukul 17.00 WIB di Kolam Pancing Narai, Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang. “Di sini, polisi berhasil meringkus seorang tersangka HS (30) warga Jln SM Raja, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, serta barang bukti sabu seberat 1,7 gram, tas ransel warna hitam, loudspeaker, timbangan elektrik, kotak warna putih, bong dan handphone,” terang Brigjen Pol Mardiaz.

Sementara itu, tambah Waka Poldasu, pengungkapan terakhir dilakukan di Gerbang Tol Amplas, Minggu (14/10/2018) sekira pukul 01.00 WIB. “Dari penangkapan di Gerbang Tol Amplas ini, polisi berhasil mengamankan tersangka IF (32) warga Jln Intan Perumahan Mutiara No 33, Desa Tua Karya, Kecamatan Tampan Kota, Pekan Baru, Provinsi Riau dan barang bukti 19 kg sabu, empat handphone, dua tas warna hitam dan Daihatsu Xenia plat BM 1595 OS,” ungkap Brigjen Pol Mardiaz.

Dijabarkan Waka Poldasu, kesembilan tersangka dipersangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Kesembilan tersangka diancam pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat pidana penjara selama enam tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak 10 miliar rupiah,” pungkas Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum. (Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/