PN Medan Heboh, Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Kutuk Hakim dan Jaksa

Terdakwa yang tidak terima divonis satu tahun di PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Pengadilan Negri (PN) Medan sontak heboh, suara tangis dan jeritan terdengar menggema seusai kasus pencemaran nama baik jajaran direksi PDAM Tirtanadi, dengan terdakwa Ahmad Faisal Nasution, seorang penggiat anti korupsi divonis satu tahun di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (18/10) sore.

“Pak hakim bebaskan ayah kami pak. Ayah kami tidak bersalah, kami masih butuh makan dan biaya sekolah, bebaskan ayah kami pak,” kata dua bocah kecil sambil menangis terseduh-seduh melihat ayahnya didudukkan di kursi pesakitan.

Sambil menangis, sembari membentangkan spanduk permohonan kepada Presiden Jokowi, dan hakim di depan ruang sidang, kedua bocah kecil itu, terus berulang kali melontarkan kata-kata “Tolong pulangkan ayah kami pak hakim, ayah kami tak bersalah jangan dihukum ayah kami pak”

“Tolong pak hakim, sudah tiga bulan kami tidak didampingi Ayah, kami butuh kasih sayang seorang Ayah, pak hakim,” teriak anak Ahmad Faisal Nasution, seorang penggiat anti korupsi yang terus menangis sambil bermohon.

Namun Majelis Hakim Gosen Butar-butar pada akhirnya memutuskan vonis 1 tahun penjara kepada Faisal yang dinilai terbukti melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik di media sosial Facebook. Hakim menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2018 tentang Informasi, Transaksi, dan Elektronik (ITE) dengan pidana kurungan 1 tahun penjara dengan denda Rp 10 juta atau diganti dengan 1 bulan penjara.

“Menghukum terdakwa dengan pidana kurungan 1 tahun penjara dengan denda Rp 10 juta atau diganti dengan 1 bulan penjara, Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU Nurainun yang menuntut terdakwa dengan hukuman 3 tahun penjara” kata Hakim.

Namun keputusan majelis hakim yang memvonis terdakwa tadi belum inkrah karena baik penasehat hukum terdakwa dan JPU masih pikir-pikir. Mendapat hukuman seperti itu, Ahmad Faisal Nasution yang merupakan Ketua Forum Rakyat Sumut (Forsu) ini pun protes. Dia lalu berteriak sembari menunjuk ke arah majelis hakim Jaksa Penuntut Umum.

“Kalian ingat ya, setiap tetesan air mata anakku akan berbalas kepada kalian, dakwaan dan tuntutan kalian ini dipaksakan,” kutuk Faisal sambil berteriak-teriak kepada hakim dan jaksa.

Tidak sampai di situ saja, mendengar Faisal berteriak, menyulut keluarganya yang sudah menanti di pintu ruang sidang menjadi histeris. “Anakku anti korupsi, kenapa kalian hukum dengan hanya gara-gara status di Facebook. Mana hati nurani kalian, sudah banyak dia menyelamatkan negara,” kata Ibu terdakwa yang juga diikuti anak-anak kedua terdakwa melanjutkan.

“Saya tahu hakim adalah wakil Tuhan, pasti kalian memiliki hati nurani, kenapa kalian hukum anak aku yang tak bersalah, pak hakim,” kata Ibu terdakwa Norma Sari br Hasibuan (64) yang mengenakan busana muslim merah itu.

Suasana PN Medan pun menjadi heboh kembali saat  terdakwa Ahmad Faisal Nasution mengeluarkan statementnya bahwa dirinya sudah didzolimi. “Aku adalah penggiat anti korupsi, sudah banyak uang negara yang kuselamatkan, tapi mengapa dengan kasus yang dakwaannya dipaksakan seperti ini aku harus dihukum,” teriak Faisal yang terus menjadi sorotan pengunjung sidang.

Faisal yang terus digiring petugas menuju sel sementara PN Medan, berjanji tidak akan tinggal diam. Ia bilang akan membongkar semua kasus yang menjeratnya ini karena menurutnya sangat dipaksakan pasca ia menyoroti sebuah kasus dugaan korupsi di Sumut

Sementara saat petugas keamanan yang terus menggiring Faisal menuju ruang sel, lagi-lagi nyaris timbul keributan dengan keluarga terdakwa yang tak senang karena belum selesai memberikan statementnya. Namun hal itu tak berlangsung lama, kaerna petugas Kepolisian dari Polrestabes Medan langsung mengatasinya dan akhirnya usai memberikan statement Faisal tanpa disuruh langsung berjalan menuju ruang sel.

Ditempat yang sama, suasana yang  terlihat mulai tenang, kembali lagi digegerkan dengan suara jeritan dan tangisan beberapa orang wanita yang sedang memanggil-manggil, ibu yang lagi tergeletak pingsan. “Tolong-tolong Ibu terdakwa pingsan, tolong ambil air kasih minum,” ucap petugas keamanan PN Medan sambil membopong ibu terdakwa kedalam mobil yang telah menunggu di luar gedung PN Medan.

Diketahui sebelumnya,  penyidik Satreskrim Polrestabes Medan menetapkan Ahmad Faisal Nasution sebagai tersangka dalam kasus dugaan penghinaan atau pencemaran nama baik Kepala Divisi Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi, Feby Milanie.

Feby melaporkan dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap dirinya yang diposting di akun Facebook Faisal Forsu Nasution pada 17 November 2017 dengan nomor LP/2301/K/XI/2017/SPKT Polresta Medan hingga membuatnya duduk di kursi persidangan. (Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/