Petani di Kepulauan Nias Keluhkan Kelangkaan Pupuk Urea

Pupuk Urea.

GUNUNG SITOLI, TOPKOTA.com – Masyarakat Kepulauan Nias khususnya di perkampungan, dominan mengais rezeki dengan bekerja sebagai petani karet, namun karena rendahnya harga karet, para petani ini kini beralih mengurus peternakan sekaligus bersawah.

Kini matapencaharian mereka kembali terancam, dikarenakan sulitnya para petani mendapatkan Pupuk Urea untuk menyuburkan tanaman padi. Selain itu para petani juga mengeluhkan kinerja pemerintah yang hanya menyediakan pupuk hanya kepada Kelompok Tani.

Salah seorang petani berinisial SB mengatakan bahwa tanaman padinya tidak subur seperti tahun-tahun sebelumnya. “Tahun sebelumnya sawah kami bisa kami pupuk dengan pupuk urea, tapi untuk saat ini pupuk sulit untuk didapatkan. Kalau tidak ikut dikelompok tani kami tidak bisa membeli pupuk,” paparnya. Untuk saat ini saya sudah ikut di Kelompok Tani Desa Tumori Kecamatan Gunungsitoli Barat, namun pupuk masih susah didapat, apalagi kalau tidak masuk di anggota kelompok tani. Mungkin dengan cara ini pemerintah menindas kami kaum petani ini,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan seorang ibu rumah tangga BZ, bahwa di tahun ini dirinya belum ada membeli pupuk untuk tanaman ubi jalarnya, karena pupuk tidak ada di jual di pasar. “Ada sih yang jual, tapi mahal sekali, tidak setimpal kalau saya jual hewan ternak kami ini. Kami juga tidak tahu mengapa pupuk sulit didapat, apakah pemerintah yang tidak memberikan izin untuk diperjual belikan pupuk, atau agen pupuk yang segaja tidak menjual pupuk kepada kami petani ini. Kalau pupuk urea ini terus menerus langka kami para petani ini mau makan apa,” ucapnya. (AF)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/