Persediaan Obat di Apotek RSUD Aekkanopan Habis

Resep obat yang diklaim habis di RSUD Aekkanopan.

AEKKANOPAN, TOPKOTA. COM – “Aneh bin ajaib”. Kalimat tersebut dilontarkan Bangkit Hasibuan salah seorang pasien yang berobat di salahsatu Klinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Aekkanopan Kecamatan Kualuhhulu Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yang merasa bingung dengan habisnya persediaan obat Apotek Rumah Sakit.

Pria yang berusia 46 tahun dan berdomisili di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan ini merasa heran, bagaimana bisa corong pelayanan medis di Kabupaten bermotto “Basimpul Kuat Babontuk Elok” itu harus kehabisan persediaan obat, sementara seluruh biaya kelengkapan pelayanan medis disana ditanggung oleh Pemerintah setempat.

Keheranannya itu bermula saat Bangkit merasa tidak enak badan sehingga memutuskan untuk berobat ke RSUD Aekkanopan melalui jalur umum alias tanpa BPJS, Rabu (04/12). Setelah mendaftar di bagian administrasi sekitar pukul 07.30 WIB, dia diperintahkan menunggu nomor urut antrian.

Tak berselang beberapa lama, antrian gilirannya pun tiba. Usai dipanggil dan ditanyai permasalahan kesehatannya, Bangkit akhirnya diarahkan berobat ke Klinik Penyakit Dalam disana yang dinakhodai oleh dr Ali Imran Harahap SpPD dan disuruh kembali menunggu dokter tersebut yang akan masuk pada pukul 09.00 WIB.

Sayangnya lanjut Bangkit, hingga pukul 10.00 WIB, dokter dimaksud tak kunjung tiba, sampai-sampai dia pun kembali bertanya kepada beberapa perawat disana terkait keterlambatan dokter. “Sebentar lagi dokter datang Pak,  tunggu sajadisana!,”cetusnya menirukan ucapan perawat tadi.

Sekitar pukul 11.00 WIB terang Bangkit, dokter yang ditunggu-tunggu itu pun muncul dan memulai pengobatan kepada beberapa pasien termasuk dirinya. Sampai pada akhirnya dia ditawari resep obat oleh perawat dokter dan diperintahkan untuk menebus obat dimaksud ke Apotek yang ada disana.

Dengan vonis mengidap penyakit bronkitis akut, Bangkit pun diresepkan empat macam obat, yakni CefiximeTrihydrate, Paracetamol, Cetirizine danS iladexSirup. Namun, ketika ingin menebus beberapa obat ini, Bangkit mulai merasa kecewa.

Penjaga loket Apotek RSUD Aekkanopan yang tidak diketahui identitasnya, lanjut Bangkit, menjawab seluruh obat yang ada pada resep dokter itusudah habis persediaannya sembari menganjurkan untuk membeli di Apotek  lain di luar RSUD Aekkanopan.

Kesal bercampur nyeri badan pun dirasakan Bangkit, disaat yang bersamaan banyak pasien dari jalur BPJS bisa menebus obat di Apotek dimaksud, sementara dirinya yang berasal dari pasien jalur umum seperti mendapat perlakuan diskriminatif.

Saat persoalan habisnya persediaan empat macam obat itu dikonfirmasi topkota.com kepada Kepala Instalasi Farmasi RSUD Aekkanopan Sriwati, di depan Apotek RSUD, Kamis (5/12), rupanya mendapatkan jawaban yang cukup mencengangkan.

Obat yang di klaim penjaga Apotek tadi ternyata diakui Sriwati masih ada persediaannya. Namun, dia tetap mencari-cari alasan untuk pembelaan diri dengan memberikan argumen kalau salah satu obat, Siladex, tidak dapat ditebus disana karena pasien menggunakan jalur umum.

Anehnya, ketika Sriwati mulai dicecar pertanyaan, dia tampak bingung dan mulai gelagapan, sehingga Sriwati pun meminta waktu untuk bertanya kepada Direktur RSUD, dr Hj Tengku Mestika Mayang melalui telepon seluler karena saat itu sang Direktur masih berada di Jakarta.

Cukup lama topkota.com menunggu, akhirnya Sriwati kembali dengan jawaban kalau pasien umum tidak diwajibkan membeli obat di Apotek RSUD Aekkanopan. “Untuk lebih jelasnya, nanti Bapak jumpa saja dengan Ibu Direktur hari Senin, karena saya tidak berkompeten menjawab pertanyaan Bapak,” imbuhnya mengelak dari pertanyaan lanjutan wartawan.  (Fachri Ramadhan Daulay)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/