Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 M-2018 H, IPP GRATIS Tangkal Intoleransi & Faham Radikal

Tim Mabes Polri AKP Indra Prabudi SIK MSi dan Kapolsek Tanjung Morawa AKP Anggun Putra SIK, bersama Ustad Muhammad  Rifai’i beserta Panita.

TANJUNGMORAWA, TOPKOTA.com – Kemajuan teknologi komunikasi semakin canggih dan mudah mengakses berbagai hal yang selama ini sulit dilakukan karena internet dan penggunaan gadget smartphone mudah ditemukan, sehingga seringnya terjadi penggeseran perilaku khususnya di kalangan generasi muda. Misalnya, mudahnya melakukan Transaksi narkoba, Intoleransi, Kenakalan Remaja, Faham Radikal.

Pernyataan itu disampaikan Ustad Muhammad  Rifa’i  melalui tausiah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Masehi – 2018 Hijriah yang digelar Ikatan Pemuda Pemudi Gang Rame dan Gang Perintis ( IPP GRATIS ) Lingkungan 1 Desa Telaga Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupatean Deli Serdang Minggu (18/11) malam

“Saat ini saya begitu prihatin terhadap pemuda-pemudi yang tidak lagi mau meneladani akhlak Rasulullah SAW, yang memiliki arti penting bagi kehidupan ini. Semoga melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dapat kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW yang menjadi rahmat bagi sekalian alam,” katanya

Ustad Muhammad  Rifa’i sembari memaparkan sejarah Maulid Nabi Muhhamad SAW. Pada kesempatan itu, para jamaah yang terdiri dari remaja dan kaum bapak serta kaum ibu tampak khikmad mendengar tausyah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mengambil. Thema : Kita Tingkatkan Daya Tangkal Pemuda Pemudi Dari Bahaya Intoleransi, Kenakalan Remaja dan Faham Radikal Dalam Bingkai NKRI.

Kemudian, dalam tausiah Rifai’i juga menyinggung tentang penggeseran budaya yang begitu gencar terjadi dan para orang tua tidak bisa tinggal diam untuk tidak mengawasi putra-putrinya. “Harapan kita bersama semoga Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini memiliki arti penting bagi kehidupan kita untuk dapat kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW yang menjadi rahmat bagi sekalian alam,” ucapnya.

Menurutnya dengan akhlak dan kepribadian yang baik, muda-mudahan kita semua dapat membawa kedamaian dalam kehidupan yang baik. Dengan harapan, tercipta generasi penerus bangsa yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan dapat menangkal bahaya intoleransi, kenakalan remaja dan Faham Radikal Dalam Bingkai NKRI.

Selain itu dalam tausiahnya Ustad Muhammad  Rifa’i juga mengajak jemaah maulid yang hadir untuk senantiasa menanamkan rasa cintanya kepada Rasulullah SAW. “Rasa cinta tersebut sebagai wujud keimanan kita kepada Allah SWT dan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Diakhir tausiahnya Ustad Muhammad  Rifai kembali mengingatkan  dan mengimbau kepada jemaah majelis maulid, terutama anak-anak dan remaja yang hadir untuk membatasi pergaulan melalui penggunaan gadget smartphone guna mencegah hal-hal yang tidak diingini, dan selalulah mengamalkan serta mengikuti anjuran yang telah disampaikan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus pandai-pandai menggunakannya untuk kebaikan dan bagaimana membatasi penggunaan  gadget smartphone guna mencegah hal-hal yang tidak. Agar terhindar dari semua itu kita wajib mengikuti anjuran yang telah disampaikan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.” tegasnya.

Sementara ditempat yang sama, Dian Indra Prabudi SIK MSi mewakili Mabes Polri melalui Kapolsek Tanjung Morawa AKP Anggun Putra SIK ketika diminta tanggapannya terkait Thema : Kita Tingkatkan Daya Tangkal Pemuda Pemudi Dari Bahaya Intoleransi, Kenakalan Remaja dan Faham Radikal Dalam Bingkai NKRI, dia menggatakan pemuda dan pemudi wajib meneladani akhlak dan prilaku tauladan Nabi Besar Muhammad SAW seperti ceramah yang disampaikan Pak Ustad tadi.

Menurutnya, adanya kecenderungan dari kenakalan kenakalan remaja baik itu penyalahgunaan di media sosial, penyalahgunaan narkoba ataupun pelanggaran-pelanggaran yang lainnya harus bisa selesaikan bersama dari tingkat pemerintahan, kepolisian Umara dan ulama ini yang merupakan tugas kita bersama.

Sedangkan untuk menangkal bahaya Intoleransi, Kenakalan Remaja dan Faham Radikal melalu media sosial dari orang-orang yang memproduksi konten-konten yang memang sangat mudah diakses oleh pemuda-pemuda kita dari media sosial ataupun dari YouTube, ada bagian-bagian yang menangani masalah itu di kepolisian.

AKP Anggun Putra SIK juga tak membambantah saat ini adanya ketimpangan dalam masalah akhlak yang cenderung selalu membicarakan kenakalan anak remaja, tapi jarang sekali kenakalan orang tua dibicarakan. “Memang sekarang ini adanya ketimpangan dalam masalah akhlak, namun yang penting akhlak dulu kita perbaiki selanjutnya akan mengikuti. Jadi dalam hal ini kita sangat menghimbau agar orang tua dapat melakukan itu yakni memperbaiki dalam masalah akhlak agar kita tidak disalahkan,” ucapnya.

Lanjut perwira berpangkat tiga balok emas ini, dalam penggunaan media sosial ataupun berita-berita yang memang kebenarannya belum bisa dipastikan , sebaiknya kita melakukan tabayun atau mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Kepada orang tua harus membekali anak-anaknya dalam konsep pandangan kacamata agama.Yang pertama orang tua harus bisa menjadi Uswah contoh teladan yang baik, kenali agama sadar agama, maka kalau sudah terbina anak dengan agama keluarga akan menjadi baik.

“Jadi dengan adanya kesadaran hukumdari dusun ataupun desa itu sendiri tentunya polisi akan mudah mengawasi. Nah inilah yang bagus, harapan kita bisa ditularkan kepada Dusun dan desa yang lain,” pintanya. (Put)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/