Peran Pemuda Labusel di Pesta Demokrasi

Imam T Harahap  mahasiswa pascasarjana perencanaan wilayah dan Pedesaan (PWD) Kemenpora USU.

LABUSEL, TOPKOTA.com – Bonus Demografi adalah besarnya penduduk berusia produktif antara usia 15 hingga 45 tahun dalam suatu negara. Menurut data Badan Pusat Statistik memprediksi Bonus Demografi yang dimiliki Indonesia saat ini akan berakhir di tahun 2036 mendatang. Bonus Demografi tersebut sangat terasa sejak saat ini.  Ada dua kemungkinan, bisa mendapatkan bencana dan berkah. Bila Bonus Demografi ini tidak bisa dikelola dengan baik, seperti tersedianya lapangan pekerjaan dan kehidupan yang layak dan berkualitas akan menjadi bencana lahirnya pengangkatan yang tidak pantas.  Namun bila ini dikelola dengan baik akan mendapatkan keberkahan, terlebih bisa menyelamatkan Indonesia dari jumlah penduduk yang miskin dan menyongsong Indonesia yang punya nilai di mata dunia.

Dalam era digitalisasi saat ini yang dominan dikuasai oleh anak muda justru memegang peran terhadap sebuah demokrasi di Indonesia. Era digitalisasi menyatu dalam seirama berdemokrasi. Berbicara mengenai demokrasi ada baiknya kita sebagai putra daerah kabupaten Labuhanbatu Selatan melihat proses demokrasi di tanah kelahiran ini. Pada tahun 2019 nanti merupakan Ini tahun kedua di Labuhanbatu Selatan digelar pemilihan legislatif selama berdirinya Kabupaten ini.

Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang notabennya adalah daerah penghasil kepala sawit dan karet terbanyak di Sumatera Utara memiliki moment penting atas pemilihan calon legislatif. Persoalan mengenai harga tanda buah kelapa sawit dan karet hanya bergantung pada tingkat nasional. Belum tampak kebijakan-kebijakan daerah yang menjadi cadangan terhadap permasalahan tentang TBS dan karet tadi.

Kemudian permasalahan infrastruktur yang saat ini masih tampak di beberapa titik belum menyentuh pada titik sentral. Penajaman dan kepedulian terhadap kepastian infrastruktur yang baik dan terwujudnya harga TBS dan karet hanya bisa terjadi bila seluruh wakil rakyat merasa dua instrumen tadi sangat penting.

Pesta demokrasi 2019 kali ini tidak hanya milik penyelenggara dalam mensosialisasikan ajang untuk lima tahun kedepan. Akan tetapi ajang ini penting bagi seluruh pemuda Labusel agar menjadi informasi yang bisa menyampaikan kebenaran bagi seluruh masyarakat Labuhanbatu Selatan.

Mari memperkenalkan pentingnya sebuah proses demokrasi, sehingga sebuah kebijakan akan lahir untuk kemaslahatan bersama. Mari menjadikan semua calon legislatif merasa bahwa kemenangan bukanlah semata di saat pemilihan umum. Akan tetapi kemenangan hakiki adalah mampu menepati janji dan menghadirkan kebijakan yang dibutuhkan oleh masyarakat Labuhanbatu Selatan.

Pemuda Labuhanbatu Selatan harus bisa menjadi alat informasi untuk menyampaikan kebenaran soal calon  legislatif nanti. Tidak boleh ada informasi yang ditutup-tutupi dan dibenar-benarkan apalagi dibuat-buat yang mengarah pada Hoax. Informasi-informasi yang mengganggu suasana demokrasi selayaknya tidak disampaikan kepada khalayak ramai. Pemuda memiliki peran penting dalam setiap episode demokrasi. Perjalanan pemuda selama dan dalam konstelasi politik pula diperhitungkan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Tidak terasa hanya sekitar 100 hari kurang lebih kita akan ambil bagian dalam pesta besar-besaran ini.  Setiap pilihan yang kita tentu pastinya tidak asal memilih, tidak ikut-ikutan bahkan bukan karena uang.  Pemilih cerdas harus menjadi topik yang ditawarkan Penyelenggara kepada pemilih. Penyelenggara harus lebih terbuka setiap riwayat kehidupan dan calon legislatif atau apapun yang akan dipilih.  Oleh karena itu calon apa apun harus lebih terbuka untuk semuanya. Sering sekali kita menemukan pemilih belum mampu menentukan pilihan.  Ini disebabkan keterbatasan informasi dan belum tahu fungsi dari DPRD tersebut.

Bila kita integrasikan dengan calon legislatif dan fungsi yang diambil dapat kita tentukan pilihan terhadap calon tersebut. Maka jauh jauh hari kita akan masuk dalam sebuah kompetisi yang menarik pemuda menjalankan peran. Peran pemuda hanya sebuah simbol kecil yang memiliki makna luas dan cakupan.  Pemuda tidak boleh menyembunyikan oleh calon pemimpin bangsa yang akan mampu membawa perubahan diseluruh level dan tingkatan. Ini moment pemuda tidak hanya berdiam dan menjadi penonton serta kesetiaan pada salah satu calon.  Cara pemuda milenial saat ini harus berbeda dalam melintasi rute-rute demokrasi yang berkembang pesat.  Ketertinggalan dalam melahirkan terobosan tentang masa depan bangsa,  akan mempercepat kerusakan setiap sektor apa saja.

Lima tahun kedepan demokrasi harus lebih transparan. Bukan seperti sekarang yang hanya pada sistem yang belum utuh masuk dalam pola kehidupan.  Dalam pengertian demokrasi itu adalah bahwasanya bentuk pemerintahan dimana semua warga negaranya memiliki hak yang setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.  Hakikat demokrasi adalah sebuah sistem yang sebelumnya kembali kepada hak untuk masyarakatnya meskipun pembuat sistem itu bukan masyarakat sendiri. Mari mengawal pesta demokrasi ini. (Zainul)

(Penulis: Imam T Harahap adalah mahasiswa pascasarjana perencanaan wilayah dan Pedesaan (PWD) Kemenpora USU.)

 

 

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/