Penghina Suku Batak di Medsos Terdiam Dinasehati Hakim

Terdakwa saat menjalani sidang di PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Faisal Abdi alias Bombay alias Memet (37) kena batunya. Pasalnya hanya gara-gara fanatik denga salah satu pasangan calon Gubernur Sumut, terdakwa bisa-bisanya menghina Suku Batak. Akibatnya Faisal pun didudukkan di kursi pesakitan dan menjalani sidang perdana di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (9/10) sore.

Sidang ini beragendakan pembacaan dakwaan terhadap terdakwa. Persidangan ini pun sempat mendapat perhatian khusus dari sebagian pengunjung sidang. Bahkan Majelis Hakim yang diketuai Saryana sempat menghardik terdakwa sebelum memulai jalannya sidang.

“Oh ini orangnya yang menghina Suku Batak itu yaa,” kata Saryana majelis hakim yang memimpin sidang, yang langsung mendapat anggukan dari terdakwa.

Tak cuma itu saja, di tengah jalan sidang Saryana terus menghardik terdakwa. “Apa  untung kau  mau berbuat sebodoh itu sampai-sampai duduk di kursi pesakitan ini.  Apalah kau mau jadikan asisten gubernur ya?,  makanya kau buat begitu, sampai kau hina suku orang, malah tetapnya kau jadi sopir kan,” kata Saryana.

Mendapat cercaan itu, terdakwa yang kesehariannya hanya sebagai sopir travel ini, terlihat hanya terdiam lebih banyak dudukkan kepalanya, hanya sesekali menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan hakim.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan dalam dakwaannya mengatakan kasus penghinaan bagi suku batak ini dilakukan terdakwa pada Rabu, 27 Juni 2018 sekira pukul 13.00 WIB di kediaman Ibunya di Jalan Beringin Pasar 7 Gang Pancasila 10-A Dusun Kuini Desa Tembung Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang.

Saat itu terdakwa menonton hasil penghitungan cepat (Quick Count) hasil pemilihan Gubernur Sumut yang disiarkan dari televisi. Lalu terdakwa melihat ada akun facebook atas nama tidak ingat, menuliskan kalimat hasil penghitungan cepat Pilgubsu yang tidak sesuai menyebutkan persentasi hasil peroleh suara pasangan Calon Gubsu nomor urut 2 (Djoss) lebih unggul dari pasangan Calon Gubsu nomor urut 1 (Eramas).

Merasa kesal kemudian terdakwa menulis komentar atas postingan tersebut melalui akun facebooknya atas nama Faisal Abdi  dengan menulis kalimat “Eramas Pasti Menang, Orang Batak jangan sedih ya kalo djoss nyungsep silahkan makan kalian taik ba** itu ha…ha… Batak To***”.

Akibatnya status terdakwa itu menjadi viral dan kemudian dilaporkan pemilik akun lainnya termasuk Parsadaan Pomparan Raja Lontung (PPRL). “Jadi terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA),” kata Randi Tambunan.

Usai dakwaan dibacakan JPU, sidang yang hanya berlangsung kurang lebih 15 menit itu akhirnya ditunda majelis hakim sampai Selasa pekan depan.”sidang kita tunda hingga pekan depan dengan  agenda yang lain,”ucap majelis hakim sembari mengetukkan palunya. (Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/