Pembunuh Siswa SMA 11 Diringkus Polrestabes Medan

Kedua tersangka pelaku pembunuh Siswi SMA 11, Herianto dan Agung Prasetyo saat diamankan di Mapolrestabes Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Percut Seituan dibantu Polrestabes Medan Unit  Reskrim Polrestabes Medan berhasil mengungkap dan meringkus 2 (dua)  tersangka pelaku pembunhan Siswi SMA 11, Anggi Syahputri Tanjung (16) warga Jalan Bustamam, Gang Satria.

 Adapun kedua pelaku masing-masing bernama, Agung Prasetyo (24) penduduk Jalan Tembung Batang Kuis Pasar 10 Tembung Gg Ikhlas No 7, Percut Seituan
Deliserdang, dan Herianto alias Olan alias Anto (30) penduduk Pasar 10 Tembung Gg Sidodadi No 104, Desa Bandar Kalippa, Percut Seituan,Deliserdang.
“Kedua tersangka tertangkap, Sabtu (20/1) malam Minggu di dua lokasi berbeda. Tersangka Agung Prasetyo ditangkap sekira pukul 20.00 Wib di Pasar 10 Tembung Gg Amalia. Sedangkan Herianto alias Olan alias Anto, ditangkap sekira pukul 21.00 Wib di Pasar 10 Tembung Gg Sidodadi, Desa Bandar Kalippah, Percut Seituan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, Minggu (21/1) saat melakukan paparan di Mapolrestabes Medan.
Dari situ, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel Samsung J2, BPKB, dua buah STNK, sisa uang curian sebesar Rp200 ribu, sebilah pisau dapur yang digunakan untuk membunuh, tiga buah gelang, dan uang hasil penjualan laptop sebanyak Rp700 ribu. “Laptop tersebut dijual melalui perantara Herianto alias Olan alias Anto. Hasil uang pencurian dengan kekerasan ini dihabiskan untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu, dan bermain judi,” ujar AKBP Putu Yudha Prawira
Atas perbuatan tersangka, keduanya dikenakan Pasal 338 junto 365 dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Philip Antonio Purba mengatakan pihaknya berhasil mengamankan tersangka dalam waktu 1×24 jam dan menangkap dua pelaku sekaligus. “Agung Prasetyo melakukan pembunuhan dan perampokan seorang diri. Sementara, Herianto alias Olan alias Anto hanya bertugas menjual barang hasil curian. Dan kita tangkap mereka saat berada di rumah mereka yang berada di Pasar 10 Tembung,” katanya.
Dikatakan Kanit Reskrim Polsek Percut Iptu Philip Antonio Purba, tersangka membunuh korban dengan pisau yang didapatnya dari dapur rumah korban. Adapun motif pembunuhan, kata Antonio untuk mengambil barang milik korban dan pencurian dengan kekerasan. Pelaku masuk ke rumah korban dari pintu belakang dengan cara merusak seng. “Penusukan korban terjadi di kamar ketika korban teriak, sebelum meninggal mulut korban sempat disumpal pakai jilbab biru. Itu digunakan agar korban tidak teriak,” ujarnya.
Terpisah, tersangka Agung Prasetyo saat ditanya wartawan mengaku membunuh korban, lantaran dirinya merasa ketakutan “Awalnya, didalam rumah itu tidak ada orang. Tapi, begitu saya masuk, ternyata ada dia (korban-red). Terus, dia (korban-red) beretriak. Karena takut, saya ambil jilbab warna biru, kemudian saya bekap mulutnya. Lalu, saya menuju kedapur mengambil pisau, kemudian saya tikam dua kali di perutnya,” ucap tersangka sembari mengaku menyesali perbuatanyya, dan berharap, keluarga korban mau memafkan dirinya.
“Saya tidak ada niat maupun rencana membunuh. Karena teriakannya itu yang membuat saya panik dan takut, karena diluar masih ramai orang. Mangkanya saya sekap dia dan bunuh dengan pisau yang saya ambil di dapur,” ujarnya yang mengakui jika dirinya dalam kondisi sadar saat membunuh korban dan baru sekali melakukan pembunuhan. (Ayu/Anto)
https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/