Pasca Serangan Kelompok Bersenjata ke Posko Tani Rampah, Kasi Intel Brimob Sumut Turun Lakukan Penyelidikan

Kasi Intel Brimob Poldasu saat menginterogasi korban dan saksi.

SERGAI, TOPKOTA.com – Kasi Intel Mako Brimob Sumut Kompol Mariyono dan Personil turun ke lokasi penyerangan kelompok bersebo yang menggunakan laras panjang di Dusun III Blok X Desa Silau Rakyat Kec.Sei Rampah Kab.Sergai, Rabu (3/10).

Adapun kedatangan tim tersebut karena adanya laporan Kelompok Tani Rampah teradap serangan yang dilakukan ratusan orang bersebo yang menggunakan laras panjang pada Kamis malam (27/9) yang diduga pelakunya dikomandoi Brimob. Akibat peristiwa yang mengerikan tersebut para petani mengalami perampokan bahkan penyiksaan.

Kompol Mariyono dalam kunjungannya menegaskan bahwa akan mencari kebenaran adanya dua orang personil Brimob yang ditugaskan membantu pengamanan asset kebon PT SL. “Kita akan cari kebenarannya, dan ini masih kami selidiki, tugas Brimob bukan untuk menakut-nakuti rakyat petani, bukan merampas dan menjarah serta merusak dan mencabuti apa yang ada dilahan petani yang pada intinya tidak mencampuri masalah lahan perkebunan,” tegas mariyono.

Sementara para korban dan saksi dihadapan Kasi Intel Brimob mengatakan detik-detik datangnya penyergapan ke rumah/posko sangat membuat mereka ketakutan. Saat penyergapan 5 orang disandera serta mendapat siksaan yakni OP Silalahi (65), OP Juntak (52). AR (54), G (45) dan BJ (40). Selain itu para pelaku juga menyebut nama seorang centeng kebon dan melakukan penyiksaan serta perampokan. “Mereka menyiksa para sandera, merusak kereta Verza Merah, bahkan uang Rp 55 ribu mereka ambil paksa dari kantong para sandera,” ujar warga.

Warga juga mengatakan, saat itu salah satu sandera BJ (40) mengenal suara dan postur tubuh salah satu pelaku, namun beliau bisa memastikannya dikarenakan keadaan malam gelap dan pelaku memakai sebo. “Pelaku yang memberi komando diduga AR Manager PT SL dan menyuruh anggotanya pulang setelah menyiksa para sandera dan menghancurkan kereta, total uang sandera 950 ribu dirampas,” ujarnya.

Warga juga menyebutkan, saat penyergapan terdengar letusan senjata berkali-kali untuk menyuruh dan mengusir para petani Rampah agar melarikan diri. Letusan sejata ini didengar langsung oleh Ikram Sinaga (21), J.Tarigan (55), Fadly Pohan (25), B. Silalahi (52) dan AR (65). “Mereka sempat melarikan diri dikegelapan malam dan terus dikejar orang bersenjata sambil mengeluarkan letusan beberapa kali,” ujar warga.

Usai mendengar pernyataan warga dan para saksi, Kasi intel dan tim kembali ke PT SL untuk menemui manager untuk menyelidiki penyerangan tersebut. (END)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/