Paksa Wartawan Keluar, Pegawai PN Medan Ngaku Ruang Sidang Miliknya

PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Institusi pemerintah dibangun menggunakan uang Negara dan sudah selayaknya masyarakat bisa menikmati fasilitas yang dibangun menggunakan uang rakyat tersebut.

Namun tidak dengan Pengadilan Negeri (PN) Medan yang seakan menjadi milik pribadi. Hal ini terlihat ketika adanya pengusiran wartawan di PN Medan yang kembali terjadi. Berdasarkan catatan wartawan ada beberapa kali terjadi pengusiran terhadap awak media.

Peristiwa memalukan itu diterima salah satu wartawan cetak Kota Medan yang berada di dalam ruang sidang Cakra 1 yang sedang duduk dan mengisi batrei Handphone miliknya.

“Kak jangan ngecas Hp di sini. Ada CCTV yang dilihat pak Ketua Djaniko MH Girsang. Bapak ngelarang orang ngecas Hp di ruang sidang,” ucap salah seorang karyawan PN Medan Wati dengan nada tinggi, Rabu (3/10) siang.

Didalam ruang sidang Cakra 1 tidak terlihat ada sidang. Ruangan itu sepi, meski begitu ada beberapa pengunjung silih berganti datang pergi.

Mendengar adanya larangan ngecas Hp, wartawan langsung menyelesaikan pengisian Hp miliknya. Karena larangan hanya untuk Hp dia masuk tetap duduk menyelesaikan berita yang diketiknya.  Tiba-tiba karyawan PN kembali datang dengan nada lebih tinggi menyuruh wartawan keluar dari ruang sidang tersebut. “Jangan duduk disitu. Keluar disini gak boleh duduk kalau tidak ada sidang. Ketua PN marah, karena ini ruang punya saya. Saya yang jaga jadi keluar lah dari sini,” ketusnya menghardik.

Sontak saja membuat wartawan yang biasa kerap disapa Iin itu terkejut. Sambil memberikan pertanyaan ringan dia berjalan keluar ruang sidang. Kenapa gak boleh duduk. Tapi fasilitas umum, apa ada larangan yang tidak memperbolehkan orang duduk di ruang sidang.  “Ada larangan dari ketua PN tidak boleh duduk disini. Pokokya keluar lah cepat,” ujarnya marah.

Pantauan wartawan dilapangan ruang sidang terlihat sepi tak ada proses sidang berlangsung. (Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/