OTT Dana BOK Dinkes Labusel, Bendahara Lompat Dari Jendela saat Digerebek

Pimpinan Redaksi Topkota Erni Rahayu S.Sos saat foto bersama dengan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja

MEDAN, TOPKOTA.com – Sampai saat ini Tim Saber Pungli Polres Labuhan Batu Selatan masih mengejar otak pelaku pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yakni Bendahara Dinas Kesehatan Labuhan Batu Selatan berinisial S.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, Selasa (10/7) mengatakan saat Polres Labuhan Batu Selatan melakukan penggerebekan Operasi Tangkap Tangan di Dinkes Labusel, diduga otak pelaku berinisial S berhasil melarikan diri dengan melompat dari jendela di ruang kerjanya.

“Bendahara Dinkes Labusel berhasil melarikan diri dengan melompat dari jendela sehingga tidak dapat dikejar, jadi sampai saat ini kami belum mengetahui untuk apa dana BOK tersebut dipotong,” ujarnya.

Perwira berpangkat tiga melati emas ini juga menambahkan bahwa pihaknya sudah memberikan surat peringatan terhadap diduga pelaku pemotongan namun sampai saat ini belum ada jawaban dan belum menghadiri panggilan untuk diperiksa di Polres Labusel. “Kami sudah berikan surat peringatan panggilan terhadap Bendahara Dinkes berinisial S, namun yang bersangkutan belum menjawab dan belum hadir di Polres untuk diperiksa,” ujar Tatan.

Dalam penggerebekan tersebut, sambung Tatan, pihaknya hanya berhasil mengamankan barang bukti dan membawa para korban yakni 6 Kepala Puskesmas untuk diperiksa. “Enam Kepala Puskesmas selaku korban yang dibawa ke Polres Labusel untuk diperiksa diantaranya berinisial S, Kepala Puskesmas Tanjung Medan berinisial ISr, Kepala Puskesmas Mampang berinisial ZA, Kepala Puskesmas Aek Goti berinisial NAM, Kepala Puskesmas Langgapayung berinisial YH dan Kepala Puskesmas Ulumahuam berinisial EE,” ujar Tatan.

Adapun barang bukti yang berhasil disita Tim Saber Pungli Polres Labusel yakni uang sebesar Rp 54.550 ribu dari Kepala Puskesmas Aek Goti, Rp 35 juta dari Kepala Puskesmas Tanjung Medan, Rp 34.900 ribu dari Kepala Puskesmas Mampang dan dokumen pertanggungjawaban dana BOK periode Januari sampai Maret 2018.

Sebelumnya Tim Saber Pungli Polres Labusel melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Desa Sosopan Kotapinang, Senin (9/7) Sore.

Dilansir yang diterima dari Whatsaap Grup Wartawan Labusel, bahwa dalam Operasi tersebut, petugas mengamankan tujuh orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari dalam salah satu ruangan( diduga ruangan bendahara) yang berada di kantor Dinas Kesehatan yang terletak di komplek perkantoran pemerintah Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang. Diduga OTT tersebut terkait pungutan liar (Pungli) yang dilakukan terhadap dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2018, sebesar 20% atau diduga menyangkut hal gratifikasi yang dilakukan beberapa oknum.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, tujuh orang petugas kepolisian itu tiba di Kantor Dinas Kesehatan sekira pukul 15:30 WIB. Petugas kemudian masuk ke salah satu ruangan yang diduga ruangan bendahara.

Tidak berselang lama, petugas kemudian menggiring tujuh ASN ke Mapolsekta Kotapinang, lima diantaranya merupakan Kepala Puskesmas. Selain mengamankan ASN, polisi juga mengambil sejumlah berkas dan telah di bawa ke kantor Polsekta Kota pinang.

Kapolsekta Kotapinang, Kompol SM Sitanggang saat dikonfirmasi salah satu Wartawan pada saat itu, belum bersedia membeberkan informasi lebih jauh. Namun dia membenarkan ada sejumlah orang yang terjaring OTT. “mereka sudah dibawa ke Polres Labuhanbatu, berkas saja yang dititip di Polsekta,” katanya.

Beredar informasi, bahwa Kepala Puskesmas yang diamankan pada saat itu yakni, Kepala Puskesmas Desa Tanjung Medan inisial ES, Kepala Puskesmas Kelurahan Langgapayung inisial YH, Kepala Puskesmas Desa Aek Goti inisial ST, Kepala Puskesmas Desa Mampang inisial J, Kepala Puskesmas Desa Ulumahuam, dan beberapa petugas ASN Dinas Kesehatan Labusel. (Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/