OK Sofyan Taufik SH Nilai Kinerja Kejari Kalah dengan Polres Karo dalam Tangani Kasus Korupsi

Praktisi Hukum OK Sofyan Taufik SH.

MEDAN, TOPKOTA.com – Kasus dugaan korupsi Tugu Menjuah-juah Brastagi (TMJB) sebesar Rp650 juta saat ini sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo. Satu per satu para tersangka sudah dimintai keterangan. Namun hasilnya, hingga detik ini pihak Kejari Karo belum juga menahan para tersangka.

Menurut Kasipidsus Kejari Karo Dapot Manurung SH di media beberapa waktu lalu mengatakan bahwa para tersangka belum ditahan lantaran masih memeriksa para saksi. “Ditahan atau tidak itu merupakan kewenangan penyidik. Kita lihat juga subjektif dan objektifnya,” kata pandapotan singkat.

Kinerja Kejari Karo dalam menangani kasus korupsi, jelas berbanding terbalik dengan kinerja Polres Karo. Pasalnya, dalam waktu singkat, Polres Karo berani menahan mantan bendahara Dinas Lingkungan Hidup dan Ke­bersihan Kabupaten Karo berinisial HRB (35).

HRB diduga melakukan korupsi karena tidak menyetorkan sisa anggaran kegiatan 2017 yang tidak habis digunakan ke rekening kas daerah Kabupaten Karo.

Menyikapi hal ini, praktisi hukum OK Sofyan Taufik SH menilai bahwa kinerja Kejari Karo dalam menangani kasus dugaan korupsi kalah dengan kinerja Polres Karo. “Kinerja Kejari Karo itu patut dipertanyakan, mengapa hingga detik ini mereka tidak berani menahan para tersangka. Ada apa?,” tanya OK Sofyan ketika diminta komentarnya via Whatsapp, Rabu (3/10).

Menurutnya, Kejari Karo harus berani dalam melakukan penahanan terhadap para pelaku tindak pidana korupsi, seperti halnya yang dillakukan Polres Karo.  “Korupsi itu adalah musuh masyarakat, Kejari Karo harus lebih berani lagi dari Polres Karo,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, hal ini dilakukan agar tidak muncul image dimata masyarakat bahwa Kejari Karo menerima upeti, bingkisan ataupun lainnya dari para tersangka pelaku tindak pidana korupsi. “Jangan “cement” donk, Kejari Karo harus lebih berani, masa kalah dengan kinerja Polres Karo,” harapnya.

Sekadar latar, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo akhirnya memeriksa dua dari empat orang tersangka kasus dugaan korupsi Tugu Menjuah-juah Brastagi (TMJB).

Mereka adalah Kepala Dinas Perkim Karo Candra Tarigan, dan Radius Tarigan. Dalam kasus ini Candra Tarigan selaku Pengguna Anggaran dan Radius Tarigan Selaku Pejabat Pembuat Komitmen. “Ya bang.. sekitar pukul 11:30 wib tadi ada dua orang datang. Satu bernama Candra Tarigan dan yang satu orang lagi gak aku tulis aku namanya di buku tamu. Tujuan Kasi Pidsus tapi Orang itu berdua sedang keluar makan siang bang”, kata petugas piket kejaksaan kepada wartawan, Jumat (21/9).

Pantauan wartawan, Tak Berselang lama kemudian, Sekitar pukul 13:05 wib Candra Tarigan tiba kembali dengan menggunakan baju kemeja dan Celana Hitam. Sedangkan Radius memakai baju kemeja kotak kotak dan celana jeans. Sebelum memasuki ruang pemeriksaan Candra terlebih dahulu masuk toilet (kamar Mandi) lantai bawah, dan setelah itu langsung menaiki tangga menuju lantai dua masuk ruangan Kasi Pidsus.

Kasi Pidsus Kajari Karo, Dapot Manurung SH saat ditanya wartawan, membenarkan melakukan pemeriksaan terhadap Candra Tarigan dan Radius Tarigan. “Untuk Hari ini baru dua Orang dulu kita periksa Karena mereka berdomisili di Kabanjahe. Dan untuk dua orang lagi Ir.EPS Dan RHS selaku pihak rekanan kemungkinan hari Senin atau Selasa depan kita periksa, sebab mereka bertempat tinggal di Medan,” kata Dapot.

Disingung ada berapa pertanyaan pada saat pemeriksaan? Dapot menjelaskan ada sekitar 15 hingga 19 pertanyaan. “Ada juga diperintahkan membuat Surat penahanan, tapi bukan untuk orang Candra,” ujar Kasi Pidsus sembari tertawa dan beranjak masuk ke dalam ruangannya.

Kajari Kabanjahe, Gloria Sinuhaji SH, MH ketika ditemui wartawan tidak banyak komentar dan hanya menyapa “halo.. Ada apa tadi kira kira? Ada pula undangan acara di Kantor Bupati,” kata Gloria singkat sembari melambaikan tangan beranjak pergi dari wartawan. (Red)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/