LSM KCBI Apresiasi SMA Swasta Bersama Berastagi Peduli Pendidikan Pengungsi Sinabung

LSM KCBI saat mendampingi anak korban erupsi Gunung Sinabung saat diterima bersekolah di SMA Swasta Bersama Berastagi.

KARO, TOPKOTA.com – Siswi korban Bencana Erupsi Gunung Sinabung yang terancam putus sekolah karena tidak lulus jalur PPDB dan tidak diterima Sekolah Negeri akhirnya dibantu Lembaga Swadaya Masyarakat  KCBI (Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia) Kabupaten Karo untuk bersekolah di Yayasan Pendidikan  SMA Swasta Bersama Berastagi .

Kehadiran jajaran LSM KCBI disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMA Bersama  dan beberapa Staf pengajar. Disela-sela proses pendaftaran Drs. A Saragih mengatakan Yayasan Perguruan Bersama Berastagi sangat membuka pintu bagi pelajar yang berasal dari pengungsi Korban Sinabung.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral Yayasan yang dimiliki oleh Bapak Bersama Sembiring, dimana kampung halaman beliau juga berada di lingkar sinabung.  Semenjak adanya kejadian Erupsi Gunung Sinabung pemilik Yayasan telah menginstruksikan kepada Kepala Sekolah agar memprioritaskan pendidikan bagi anak-anak korban Sinabung untuk meringankan beban orang tua Siswa/i dengan membebaskan uang gedung dan beberapa kewajiban lainya dapat dilunasi dengan pembayaran bertahap. Hal ini sudah berjalan mulai tahun 2013 lalu,” terang Drs A. Saragih

Ketua LSM KCBI Karo Rudi Surbakti menyampaikan terima kasih sebesarnya kepada bapak Bersama Sembiring selaku ketua Yayasan yang memiliki rasa tanggung jawab dan moral yang masih bisa dirasakan oleh korban Sinabung untuk mengenyam pendidikan sebagaimana yang sudah diamanatkan Undang-undang, diharapkan sekolah swasta lainnya mau mengikuti program Yayasan Perguruan Bersama (YPB).

Untuk membantu masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab moral kemanusiaan, terkait situasi yang menimpa korban Sinabung Rudi Surbakti menyampaikan persyaratan Penerimaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA sederajat mengacu Pergubsu 2018 Agar segera dievaluasi. “Banyaknya keanehan dalam system PPDB dan laporan ke LSM kami, oleh karena itu kami memberikan tugas kepada beberapa pengurus untuk membentuk tim investigasi khusus PPDB 2018, untuk mengetahui apakah ada permainan penerimaan peserta didik untuk tingkat SMA di kabupaten karo ini,” ujarnya.

Sementara Brama Ginting Ketua KSM PP LSM KCBI Berastagi mengatakan sesuai intruksi dari pimpinan dirinya beserta tim yang sudah dibentuk akan menelusuri beberapa sekolah seperti SMA Negeri 2 Kabanjahe terkait kabar penerimaan peserta didik dari siswa pengungsi, SMA 1 Simpang Empat, dan Pihak UPT Dinas Pendidikan Sumut di Kabanjahe .

“Selain itu kita akan berkordinasi/konsultasi dengan beberapa pihak seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia Sumut (KPAI) terkait penyelenggaraan  PPDB tingkat SMA di Kabupaten Karo. “Kami LSM KCBI Karo menilai HAK  bersekolah di SMA Begeri bagi anak-anak korban bencana erupsi Gunung sinabung dan bahkan berstatus miskin terkesan terabaikan. Padahal sesuai Pergubsu tentang PPDB 2018 ada 5% dari kouta di setiap sekolah untuk siswa/i korban terdampak bencana /konflik sosial,” ujarnya. (Acong Smb)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/