Kuasa Hukum Minta Terdakwa Penganiaya Suami Jaksa Dibebaskan

Kedua terdakwa saat menjalani sidang di PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Sidang kasus penganiayaan yang sempat Viral Media Sosial (Medsos) di Jalan Nibung Raya Medan Petisah dengan terdakwa Habibulloh S Harahap alias Habib (45) dan istrinya Anita Triana S.Pd (45) seorang Guru Bahasa Inggris di SMAN 2 Binjai warga Jalan SM Raja IX Gang Bilal Nomor 20 Lk I Kelurahan Nangka Kecamatan Binjai Utara minta dibebaskan.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Deson Togatorop di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri ( PN ) Medan, kemarin sore dalam agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi ), kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya meminta majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ). Meski perbuatan itu ada namun dibenarkan oleh Undang – Undang.

Selain itu Lukman Nasution SH dan Riko Simanjuntak SH selaku kuasa hukum terdakwa di hadapan majelis hakim Deson Togatorop menjelaskan, sesuai pasal 49 ayat  (1) KUHP, perbuatan terdakwa dibenarkan hukum dan perundang – undangan karena posisi terdakwa yang terdesak dan membela diri, sebab terlebih dahulu adanya serangan yang mengarah kepada bagian berbahaya dari bagian tubuh terdakwa.

“Meminta kepada majelis hakim yang mengadili dan menyidangkan perkara ini agar membebaskan kedua terdakwa dari dakwaan dan tuntutan JPU. Perbuatan itu memang ada namun bukan merupakan tindak pidana ( Vrisprah ),” pinta penasihat hukum.

Dikatakan Lukman, kejadian itu adalah murni spontanitas dan sangat cepat. Terdakwa justru lebih dahulu menerima serangan yang membahayakan dari korban Amister Sirait. “Justru terdakwa yang diserang duluan sehingga posisi terdakwa hanya membela diri dan spontanitas,” pungkas Lukman sembari berharap agar majelis hakim dapat membebaskan terdakwa dari dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya JPU Chandra Naibaho menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 2 tahun penjara untuk Chabibulloh dan 1,6 tahun penjara untuk  Anita Triana, karena terbukti bersalah melanggar pasal 370 ayat 2 jo pasal 351 ayat 1 KUHPidana,tentamg penganiayaan secara bersama – sama.

Sebelumnya juga,diketahui terdakwa sambil menangis meminta maaf kepada korban Amister dan isterinya Ratna Sibarani.Namun permintaan maaf dan ingin berdamai tersebut ditolak korban.(Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/