Korban Penganiaayan Kecewa Kinerja Polsek Medan Timur

Korban Penganiayaan Ida Ati Gohae

Topkota.com – Ida Ati Gohae (45) korban penganiayaan dilakukan Cahyani mengkritik kinerja penyidik aparat Polsek Medan Timur yang dinilai lamban menangani kasus yang dialaminya.

Pasalnya, korban penduduk Jalan PWI Gang Keadilan No 58 A, Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Seituan mengeluhkan dengan belum dilakukan penahanan pelaku penganiayaan terhadap korban.

“Sikap dari jawaban penyidik membuat saya kecewa. Katanya, ‘Tak segampang itu, Polisi melakukan penahanan terhadap pelaku, sebab Polisi itu bukan kewajiban untuk menahan setiap orang. Perlu diketahui bahwa Polisi bukan pemuas korban, Intinya perkara ini masih dalam proses,” ucap Ida Ati Gohae (korban-red), menirukan ucapan penyidik yang diamini suaminya kepada wartawan Selasa (19/10) siang.

Tidak hanya itu, sambung korban, sikap pelaku setelah kasusnya ditangani Polsek Medan Timur terhadap dirinya semakin menjadi. Bahkan, ketika hal itu diberitahukan kepada penyidik, respon yang korban dapat dari penyidik membuat timbul pemikiran negatif.

“Saya juga menyampaikan kepada penyidik, pelaku semakin bersikap tidak sopan dan arogan kepada saya dengan mengatakan saya gila. Bahkan, pelaku merasa tidak takut terhadap polisi, yang penting ada uang,” sebut korban menirukan ucapan pelaku, sembari menambahkan jawanan dari penyidik, jika polisi tidak ada menerima uang dari pelaku yang membuat suami korban berang.

“Saya dengar kepada yang tahu hukum, bahwa kasus yang menimpa istri saya, murni tindak pidana murni, bukan delik aduan. Dalam kasus ini, sudah ada dua orang saksi diperiksa, visum ada, dan laporan pengaduan ada, lantas apalagi yang kurang apakah hukum rimba yang berlaku atau yang punya uang. Seharusnya mereka penyidik lebih memahami keadaan psikologis kami selaku teraniaya dan pelaku itu tetangga kami pula,” kata Ama Sartika suami korban.

Kapolsek Medan Timur Kompol Wilsom Bugner F Pasaribu SIK ketika dihubungi via handphone terkait adanya kasus penganiayaan dan pelakunya tidak ditahan Polsek Medan Timur, belum ada menjawab, meski ada tanda centeng pertanda sudah dibaca.

“Selamat sore pak Kapolsek ijin konfirmasi terkait pelaku penganiayaan tidak ditahan oleh Juper Polsek Medan Timur sementara korban alami luka serius di bagian kepala, STTLP/873//IX/2017/Restabes Medan/Sek.Medan Timur. Korban atas nama Ida Ati Gohae (45) warga jalan PWI Gg Keadilan No.58 A Lau Dendang Kec Percut Sei Tuan,”demikian isi dikirim ke WhatsApp namun hingga berita ini naik tidak berbalas.

Guna penyegaran, peristiwa itu bermula di saat korban bersama putrinya berbelanja di Jalan Riau Sambu, Jum’at (15/09) untuk kelengkapan dagangan berjualan Mie.

Kemudian, putri korban berjalan yang hendak melihat lihat daging segar, entah kenapa tanpa sebab akibat, Cahyani (pelaku-red) mengejek putri korban dengan mengatakan ‘kau cari-cari cowok ya’. Lalu Putrinya membalas dengan menuturkan saya tidak gila cowok.

Korban yang melihat putrinya dan Cahyani (terlapor-red) mencoba menenangkan putrinya dengan mengatakan, ‘ada apa nak’. Tetapi bukan putri korban yang menjawab, melainkan terlapor (Cahyani-red), sembari berkata kepada anak korban, ‘Ibu kamu itu gila, sama seperti kau’.

Lalu, korban yang tidak terima ucapan pelaku, kemudian mendekati terlapor untuk mempertanyakan apa permasalahan sebenarnya. Namun, secara tiba-tiba, Cahyani (terlapor-red) mengambil tulang Babi yang dibelinya, dan dengan sekuat tenaga melemparkan kearah korban hingga mengenai tepat di atas alis mata hingga luka sobek.

Dalam peristiwa itu disaksikan oleh namanya Siani dan beberapa pedagang dan pengunjung melihat kejadian pada saat itu. (Anto)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/