Komunitas Jurnalis Riau Desak KPK Tahan Bupati Bengkalis 

Komunitas Jurnalis Riau saat menggelar aksi unjuk rasa.

JAKARTA, TOPKOTA.com – Setelah melakukan Aksi damai di Kejaksaan Agung RI, Komunitas Jurnalis Riau kembali turun aksi di depan Gedung Merah-Putih Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Jalan Kuningan Persada Kelurahan Guntur Kecamatan Setia Budi Jakarta Selatan, Jum’at kemarin siang.

Dalam pembukaan aksi, Suriani Siboro meminta KPK untuk segera menangkap AM yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada Mei 2019 lalu. Hal ini dilakukan agar Pers tidak lagi dikriminalisasi, seperti yang dialami Toro Ziduhu Pemimpin Redaksi Harianberantas.co.id yang getol membuka kasus dugaan korupsi Bansos sebesar Rp 272 Miliar TA 2012, sehinggadigiring ke pidana dan dijerat Undang-Undang RI No 19 tahun 2011 yang telah diubah Undang-Undang No 11 tahun 2018 tentang ITE.

“Kami Insan Pers Indonesia atas nama Komunitas Jurnalis Riau, mendesak KPK untuk segera melakukan penangkapan terhadap AM Bupati Bengkalis yang telah ditetapkan Tersangka oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Lembaga Anti Rasuah pada Mei 2019 lalu,” teriak Suriani Penanggungjawab Orasi II didepan Gedung Merah-Putih KPK.

Sementara Bowo Naso Laia juga meminta KPK segera melakukan penahanan terhadap AM Bupati Bengkalis yang telah ditetapkan tersangka, dikarenakan proses yang telah dilakukan KPK untuk membongkar kasus dugaan korupsi tersebut sudah cukup tepat yakni mulai dari penggeledahan rumah dinas, penyitaan uang Rp 1,9 Miliar hingga pencekalan ke luar negeri sampai mendapatkan status penetapan Tersangka oleh KPK sendiri.

“Jika sudah melakukan proses yang dilalui, hingga ditetapkannya sebagai tersangka maka KPK harus segera melakukan penangkapan terhadap AM Bupati Bengkalis, agar masyarakat luas pada umumnya, dan masyarakat Riau pada khususnya tetap mempercayai kinerja KPK yang tidak tebang pilih dalam memberantas Korupsi,” beber Bowo Naso Laia dalam Aksi Komunitas Jurnalis Riau, didepan Gedung Merah-Putih KPK.

Sementara Hondro selaku owner Hebatriau.com, meminta KPK benar-benar dapat menyelamatkan Kabupaten Bengkalis dari kerugian yang telah dialami, dan dapat menyelamatkan Insan Pers yang telah di kriminalisasi akibat membuka kasus korupsi lewat karya jurnalisnya yang diduga dilakukan oleh AM. “Kami Insan Pers Indonesia Komunitas Jurnalis Riau, meminta KPK fokus dalam menangani dugaan korupsi serta segera tangkap AM Bupati Bengkalis,” teriak Saudara Hondro.

Sedangkan, Ismail Sarlata dalam orasinya mengatakan, aksi ini murni aksi rasa peduli Insan Pers yang dikriminalisasi yang diduga dilakukan oleh AM Bupati Bengkalis terhadap Pers yang getol memberantas dugaan korupsi yang diduga telah dilakukannya. “Aksi damai ini dilakukan agar tidak lagi terjadi dugaan kerugian negara serta penyalah gunaan wewenang Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau, maka KPK harus segera tangkap AM Bupati Bengkalis yang telah ditetap sebagai Tersangka,” pintanya.

Usai pelaksanaan Aksi, Fauzan SH MH, Bowo Naso Laia Kuasa Hukum Toro Ziduhu, beserta 7 (tujuh) Jurnalis mewakili Komunitas Jurnalis Riau memasuki Gedung KPK untuk audiensi bersama staf KPK mewakili Febriansyah Humas KPK yang sedang tidak ada ditempat.

Dalam audiensi tersebut, Komunitas Journalis Riau berharap KPK tetap focus mendesak KPK untuk segera menahan AM Bupati Bengkalis yang telah ditetapkan tersangka. (Joni)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/