Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur Cuma Divonis 2 Tahun Penjara

Terdakwa saat menjalani sidang di PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Muhammad Hanafi (23) yang dinyatakan terbukti bersalah melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur berinisial CA (13) kesenangan dan tersenyum-senyum divonis rendah selama 2 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negri (PN) Medan.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 2 tahun,” tandas majelis hakim yang diketuai oleh Somadi di Ruang Cakra IV Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kemarin sore.

Majelis hakim berpendapat, terdakwa Hanafi terbukti melanggar Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 76 D UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Menanggapi putusan itu, terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Esther Hutauruk menyatakan menerima.

“Terima majelis,” ucap JPU dengan suara pelan sembari menganggukkan kepalanya. Putusan itu lebih rendah, dari tuntutan JPU selama 3 tahun penjara.

Dalam dakwaan JPU, pada Sabtu tanggal 9 April 2016 sekira jam 20.00 wib, terdakwa Hanafi mengajak korban, CA melalui pesan singkat (SMS) untuk menjumpainya di kebun ubi tepatnya belakang rumah terdakwa, Jalan Datuk Rubiah Lk 28 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan.

Disitu, terdakwa langsung memaksa korban untuk melakukan hubungan suami istri, namun karena korban tidak mau, lantas terdakwa memaksanya. Usai melampiaskan nafsu bejatnya terdakwa mengajak dan mengantar korban untuk pulang dan melarang untuk memberitahukan peristiwa bejat itu kepada orang lain. Atas kejadian itu, korban merasakan perih dan kemaluannya mengeluarkan lendir berwarna putih.

Akibat perbuatan terdakwa, masa depan korban rusak sesuai dengan visum et repertum No.80/OBG/2016 tanggal 13 April 2016 diperiksa dan ditandatangani dr Sanusi Piliang selaku dokter di RSUD Pringadi Medan.

Sementar ditempat terpisah, terkait tuntun rendah tersebut Jaksa Penuntut Umum, saat ditanya tentang data-data (dakwaan) terdakwa dan korban JPU enggan memberikan.” Janaganlah gak boleh,” jawab singkat. Namun ketika ditanya nama terdakwa M, Hanafi JPU mengatakan, bukan?. Nama terdakwa Muhammad Hanafi, bukan M Hanafi. kalau M bisa macam-macam itu,”katanya sambil tersenyum dan lalu pergi.

Sementara Majelis Hakim yang memimpin sidang saat ditanya terlihat gugup dan membantah kasus tersebut merupakan pencabulan anak dibawah umur, “Bukan kasus perlindungan anak itu. Mereka sudah sama-sama sudah dewasa bahkan mereka pacaran,” ucapnya sembari mengatakan tunggu sebentar ya?. Tapi setelah ditunggu dan dicari kembali hakim Somadi tak tampak lagi dan diduga menghindar dari wartawan. (Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/