Kapoldasu Buka Latpra Ops Kepolisian Kewilayahan Pekat Toba 2018

Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw saat memberikan arahan dalam Latpra Ops Pekat Kewilayahan Pekat Toba 2018

MEDAN, TOPKOTA.com – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw didampingi Wakapolda Sumut, para PJU Polda Sumut dan para Kabag Ops, Kasat Intel, Kasat Sabhara, Kasat Reskrim dan Kanit Reskrim Polres /tabes sejajaran melaksanakan Pembukaan Latpra Ops Kepolisian Kewilayahan Pekat Toba 2018 di Aula Catur Prasetya Lantai 4 Mapolda Sumut, Jumat (18/5) pukul 09.30 Wib.

Dengan tema “Melalui Pelatihan Pra Operasi Toba 2018 Polda Sumut Beserta Jajaran Berkomitmen Menanggulangi dan Menindak Berbagai Bentuk Kejahatan Penyakit Masyarakat Meliputi Aksi Premanisme, Perjudian, Pornografi, Minuman Keras Dan Prostitusi, yang Meresahkan Masyarakat pada Saat Bulan Suci Ramadhan 1439H di Wilayah Provinsi Sumatera Utara”, Latpra Ops Pekat Toba ini dimulai dengan pembukaan oleh MC, pembacaan do’a, laporan perwira yang ditunjuk, pembacaan laporan singkat pelaksanaan Latpra Ops Pekat Toba 2018, arahan kemudian dilanjutkan pembukaan oleh Kapolda Sumut, laporan perwira yang ditunjuk, kemudian penyampaian materi pelatihan oleh Biro Ops Polda Sumut, Dir Intelkam Polda Sumut, Dir Krimum Polda Sumut.

Maksud dan tujuan Latpra Ops ini merupakan pemberian materi pelatihan dalam rangka Ops “Pekat Toba – 2018” dan sebagai sarana pemberian gambaran situasi spesifik pelaksanaan kegiatan menjelang Pengamanan Hari Raya idul Fitri 1439 H dalam bentuk Kirka Intelijen, review dan pelatihan peningkatan kemampuan fungsi teknis kepolisian, sebagaimana tugas pokok fungsi dan peranan Kepolisian dalam penyelenggaraan operasi, sehingga terdapat kesamaan pola pikir dan pola tindak personil dalam melaksanakan pengamanan serentak di Wilkum Prov. Sumut.

Kapolda Sumut dalam arahannya menekankan agar personil Polda Sumatera Utara melakukan gebrakan langkah-langkah seperti meningkatkan pengetatan pengamanan terhadap Mako-mako yang kemungkinan menjadi sasaran dari aksi penyerangan.

“Akibat beberapa aksi teror yang sporadis, Polri telah melakukan beberapa tindakan untuk menumpas jaringan kelompok teroris, dengan cara melakukan penangkapan dan bertindak tegas terhadap kelompok teroris di wilayah hukum Bekasi, Jawa Timur, Riau, dan di Tanjung Balai, Sumatera Utara, dan untuk mencegah terulangnya kembali aksi teroris, Polri memberlakukan status siaga satu di seluruh kesatuan wilayah hukum Kepolisian Republik Indonesia,’’ ucap Kapolda Sumut.

Kapolda Sumut mengharapkan agar para pemberi materi/instruktur dapat memberikan materi pelatihan yang update sesuai dengan kondisi lapangan serta permasalahan yang ada, sehingga mampu meningkatkan kemampuan personil lat pra ops, baik dalam pelaksanaan operasi maupun kemampuan menularkan pengetahuan tersebut kepada personil lainnya.(Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/