Kanwil BPN Riau Fasilitasi Pertemuan Masyarakat Koto Aman dan PT SBAL

Kanwil BPN Riau saat memfasilitasi masyarakat dengan pihak perusahaan terkait masalah HGU.

PEKANBARU, TOPKOTA.com – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau memfasilitasi rapat pembahasan permasalahan masyarakat Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar dengan PT. Sekar Bumi Alam Lestari (PT. SBAL) tentang Hak Guna Usaha (HGU) yang diadakan di Ruang Pertemuan Kanwil BPN Riau, Senin (11/2).

Rapat ini digelar untuk menindaklanjuti hasil pertemuan masyarakat desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar  dengan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau pada tanggal 21 Januari 2019 yang intinya menyepakati akan dilaksanakan rapat lanjutan dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

Pertemuan antara masyarakat dan pihak perusahaan juga untuk melengkapi bukti-bukti pendukung terhadap izin usaha bagi perusahaan maupun surat bukti penguasaan tanah warga yang belum diganti rugi.

Dikatakan kakanwil Rapat ini merupakan rapat lanjutan yang memfasilitasi masyarakat Desa Koto Aman untuk melakukan pertemuan dengan PT. SBAL dan Pemkab Kampar.

Sementara itu Asisten Pemerintahan Setda Kampar Ahmad Yuzar mengatakan bahwa Pemkab Kampar yang sedang giat-giatnya dalam membangun Kabupaten Kampar sangat perlu Investasi, namun disamping itu ada hak-hak masyarakat yang terabaikan. “Untuk permasalahan antara PT SBAL telah terjadi bertahun-tahun dimana masyarakat menuntut untuk dapat di bayarkan ganti rugi atau dengan pola KPPA terhadap lahan yang dituntut oleh masyarakat seluas lebih kurang 1.500 ha,” kata Ahmad Yuzar.

Lanjutnya, Pemkab Kampar terus mendorong hal ini dapat diselesaikan tanpa merugikan pihak manapun. “Pemkab telah membentuk tim yang telah melakukan pertemuan sebanyak 12 kali, kita utamakan musyawarah dan mufakat untuk mencapai hasil terbaik,” ujarnya sembari menambahkan bahwa Pemkab Kampar akan terus mendorong masyarakat dan perusahaan agar dapat bekerjasama berdampingan secara aman dan damai.

Sementara perwakilan dari masyarakat Dapson yang didampingi oleh Irfan Saputra, Anton serta Ninik mamak dan kepala desa menyampaikan permasalahan lahan seluas 1500 ha yang di kelola PT. SBAL telah terjadi sangat lama dan tak kunjung selesai. “Dengan pertemuan ini kita berharap dapat memberikan hasil yang saling menguntungkan,” kata Dapson yang menunjukkan berbagai bukti dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Sementara mewakili PT SBAL Rubin P Hutagalung dan Firman menyampaikan hal-hal yang telah diperoleh oleh PT SBAL dalam legalitas operasional perusahaan. Pertemuan memberikan rekomendasi untuk mengadakan pertemuan selanjutnya untuk pembahasan di Pemerintahan Kabupaten Kampar bersama dengan masyarakat dan perusahaan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala BPN Provinsi Riau Drs Lukman Hakim didampingi oleh Syafri Kepala Bidang Hubungan Hukum Pertanahan Kanwil BPN Provinsi Riau, Bupati Kampar yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Setda Kampar Ahmad Yuzar, Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira, Kepala Dinas Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Ir Bustan, Robin P Hutagalung dari Perusahaan Firman, BPN Kabupaten Kampar  Abdul Azis,  mewakili masyarakat Irfan Saputra, Dapson , Anton dan Kepala Desa Koto Aman Syofyan serta Camat Tapung Hilir Yuricho Efril. Hadir juga pada kesempatan tersebut instansi terkait dari kepolisian Riau, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau. (Joni)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/