Jadup Tak Disalurkan, Bupati Karo dan Pengungsi Sinabung Temui Kemensos di Jakarta

Bupati Karo dan anggota DPRD serta Kadis Sosial saat menggelar pertemuan (foto/dok).

TANAH KARO, TOPKOTA.com – Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama DPRD Karo dan perwakilan warga Desa Berastepu menemui Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta guna mempertanyakan soal bantuan dana jaminan hidup (Jadup) untuk para korban erupsi Gunung Sinabung dari Desa Berastepu Kecamatan Simpang Empat.

Rombongan Bupati Karo Terkelin Brahmana diterima Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana dari Kemensos Tetrie Darwis di ruang kerjanya lantai 7 gedung Kementerian Sosial di Jakarta, Selasa (2/10) .

Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Karo Ferianta Purba, Jidin Ginting, Jhon Karya Sukatendel, Firdaus Sitepu, Jun Arief Bangun, Thomas Joverson Ginting, Kadis Sosial Benyamin Sukatendel, Kabid Usaha Purba , Camat Simpang Empat Amsah Perangin-angin, Kades Berastepu Gemok Sitepu, serta perwakilan warga Desa Berastepu Esron Meilala, Pelita Sitepu untuk langsung mendengarkan penjelasan dari Kemensos.

Di pertemuan itu, sebut Thomas Joverson Ginting, pihak  Kemensos yang diwakili Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana, Tetrie Darwis didampingi stafnya, Ari Wibowo, langsung mendengarkan permasalahan yang disampaikan terkait penyaluran dana Jadup Tahap ke II termin ke-3 khusus bagi warga Desa Berastepu, sampai sekarang belum diterima.

Thomas juga meminta pihak Kemensos memberikan penjelasan kepada Pemkab Karo dan DPRD Karo tentang kendala penyaluran bantuan.

Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Kemensos, Tetrie Darwis mengakui telah menerima proposal dari Pemkab Karo atas usulan dana Jaminan Hidup (Jadup) dengan menerakan, by name by address warga Hunian Tetap Tahap II, merupakan pengungsi Gunung Sinabung, tertanggal 14 Mei 2018.

Dikatakan Tetrie, prinsipnya Kemensos telah mencatat dan  memproses pengajuan tersebut. Namun, mengenai waktu penyaluran bantuan, Tetrie mengaku tidak dapat memberi jawaban.

“Saya belum bisa menjawab, akan tetapi kemungkinan Kemensos akan cairkan. Berikan kami waktu, sebab saat ini Kemensos butuh skala prioritas ke daerah-daerah lain. Mengingat beruntunnya bencana alam terjadi di Indonesia, setelah Lombok, muncul lagi daerah Palu, jadi hampir semua Kemensos fokus ke daerah Palu termasuk semua anggaran tersedot ke sana,” imbuh Tetrie.

Dia pun mengimbau warga bersabar. “Apa yang masyarakat Berastepu keluhkan kami sudah tahu. Jangan terus disalahkan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah terkait Jadup, alat-alat isi perabot rumah Hunian, dan bantuan rehabilitasi anak-anak pengungsi semua sudah kita catat. Namun yang akan diprioritaskan Jadup dan bantuan rehabilitas anak-anak pengungsi,” kata Tetrie.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Kades Berastepu, Gemok Sitepu  berharap agar bantuan bagi warga korban pengungsi dapat disalurkan sebelum akhir tahun. “Memohon, walaupun pihak Kemensos tidak menentukan tanggal, waktu, dan hari pencairan Jadup.  Atas nama masyarakat Berastepu, saya menyampaikan tolonglah bu, kalau bisa jangan habis tahun 2018 ini, sudah bisa  dicairkan Kemensos,” ungkap Gemok Sitepu.

Dia pun menegaskan apa yang sudah dijelaskan oleh Kemensos, akan disampaikan kepada warga. “Apa yang disampaikan Ibu Kasubdit akan saya koordinasikan dengan masyarakat. Jika memang dana ADD dapat dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat hal-hal yang mendesak, ini sebagai masukan bagi saya selaku kades,” kata Gemok Sitepu.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengungkapkan, tujuannya membawa rombongan termasuk perwakilan warga Desa Berastepu lantaran adanya desakan dari warga.

“Kami Pemkab Karo dan DPRD Karo memahami dan menyadari segala upaya dan kepedulian Kemensos. Akan tetapi, adanya desakan masyarakat Berastepu yang mengalir terus bertanya dan bertanya, sehingga kami datang untuk kembali mengkomunikasikan agar perwakilan yang ikut dari pihak masyarakat tahu persoalan yang sebenarnya, dan penyebab kendala  belum tersalurkan Jaminan Hidup Tahap II termin 3. Mudah-mudahan dengan adanya masukan dan saran yang diberikan Kemensos, pihak perwakilan (warga) dapat menyampaikan hasil pertemuan tersebut ke masyarakat. Ini harapan kita,” imbuh Bupati Karo. (John Ginting)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/