Ini Saran OK Sofyan Taufik SH Menghadapi Para Penagih Hutang

Praktisi Hukum OK Sofyan Taufik SH.

MEDAN, TOPKOTA.com – Tidak membayar pinjaman tanpa jaminan atau Kredit Tanpa Agunan (KTA), sepeda motor ataupun pinjaman lainnya memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang.

Sebagai permulaan, nama anda akan tercantum dalam daftar hitam (black list) bank dimana Anda mengambil kredit tersebut. Selain itu, nama anda juga akan tercantum dalam daftar kolektibilitas Bank Indonesia.

Jika anda berada dalam black list, artinya akan sangat sulit bagi anda untuk memperoleh fasilitas pinjaman lain, misalnya KPR. Anda bisa mengetahui status anda melalui fasilitas Informasi Debitur Individual (IDI) di Bank Indonesia.

“Perlu waktu untuk menghapus nama seseorang dari black list, jadi sangat tidak disarankan untuk (ambil resiko) masuk dalam daftar tersebut,” kata OK Sofyan Taufik SH, praktisi hukum asal Medan ini kepada wartawan, Senin (8/10).

Menurutnya, langkah-langkah hukum yang dilancarkan pemberi pinjaman, kreditur atau bank bisa mengambil tindakan diantaranya, mengirim staf bank untuk mengunjungi anda dan/atau mengirim penagih utang  mengirim surat panggilan atau surat peringatan dari seorang pengacara.

Dalam beberapa kasus yang melibatkan uang dalam jumlah sangat besar, sambungnya, pihak kreditur bisa mengirimkan surat-surat di atas kepada Pengadilan Umum dan, jika pengadilan mengabulkan, aset pun bisa disita dan dijual melalui lelang untuk mengembalikan biaya yang dikeluarkan akibat pinjaman tersebut.

Ia menjelaskan, dalam kasus tertentu, dokumen-dokumen bisa dihadapkan ke pengadilan niaga –terutama jika terbukti kalau pihak peminjam masih punya utang pada beberapa pihak. Ini bisa membuat seseorang dinyatakan bangkrut.

Lebih lanjut ia menjelaskan, masalah pinjaman adalah kasus perdata, hukuman penjara biasanya tidak berlaku bagi orang-orang dengan utang tanpa jaminan. Alasannya, karena ini adalah pelanggaran perdata, bukan kriminal, sehingga hukumannya berupa uang.

Tetapi, peminjam bisa terancam hukuman penjara jika ia memberikan informasi penghasilan yang tidak benar. “Jika anda menulis penghasilan anda sebesar Rp 50 juta, padahal sebenarnya hanya Rp 7 juta, maka pengadilan bisa memutuskan bahwa ini termasuk tindakan kriminal dan bisa mengabulkan hukuman penjara,” ujarnya.

Ketahuilah, sambungnya lagi, kalau harus ada perintah pengadilan yang memungkinkan penyitaan harta alias aset anda, jika ini pun terjadi, anda masih bisa naik banding ke Mahkamah Agung. Yang terpenting, hanya aset yang terdaftar dengan nama anda yang bisa disita.

“Jadi, jika Anda tinggal bersama orang tua Anda, aset mereka tidak bisa ikut disita, karena aset tersebut bukan milik anda. Hal itu juga hampir sama jika kita kredit sepeda motor,” jelasnya.

Masih menurutnya, saat menghadapi penagih utang usakan agar diri anda tetap tenang. Pertama-tama, tidak perlu takut. Tetap tenang dan bicaralah sesuai fakta saat berkomunikasi dengan penagih utang.

“Bawa saksi bersama anda, foto penagih yang datang, rekam percakapan antara anda dan penagih, kalau bisa petugas keamanan atau bahkan pengacara dihubungi untuk dijadikan saksi. Anda juga bisa menghubungi polisi setempat untuk berjaga-jaga,” sarannya.

Jika seorang penagih utang mengancam anda, langkah terbaik adalah melaporkan hal tersebut ke polisi dengan memberikan alat bukti berupa foto penagih dan rekaman percakapan antara anda dan penagih berisi ancaman ataupun desakan yang membuat anda menjadi takut. “Menurut  Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2011, ancaman oleh penagih utang tidak diperkenankan. Laporkan kejadian semacam ini secepatnya ke polisi,” tegasnya.(Red)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/