Ini Penjelasan Pemkab Labusel Terkait Beredarnya Video Porno Kepala Desa

Kepala Dinas Pemdes Kab. Labusel, Zulkarnain Siregar ketika menanggapi aksi unjuk rasa masyarakat Desa Bangai Kec. Torgamba, Selasa (10/9) di depan pintu gerbang kantor Bupati Kab. Labusel, Desa Sosopan Kec. Kotapinang.

LABUSEL, TOPKOTA.com – Terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Keadilan Sumatera Utara (FMPK-SU) serta ratusan masyarakat Desa Bangai Kecamatan Torgamba tentang beredarnya dugaan video asusila oknum Kepala Desa Bangai mendapat tanggapan dari perwakilan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Pemkab Labusel melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes) Kab. Labusel, Zulkarnain Siregar dalam menanggapi aksi demo tersebut menyampaikan, jika permasalahan tersebut telah diketahui dirinya dan akan segera memproses persoalan tersebut.

“Jadi hal ini atau semua aspirasi masyarakat sudah kami tampung, surat  dari BPD sudah sampai ke kami, tapi itu semua belum bisa diputuskan. Kita juga menunggu koordinasi dari kecamatan, bahkan sudah diadukan ke Kepolisian dan mungkin sudah diperiksa. Kami mohon kepada para warga bersabar, karena ini pasti akan diproses. Kami tidak ada kepentingan apa – apa di sini. Kami berharap masyarakat terus akur atau damai,” kata Zulkarnain Siregar, Selasa (10/9) di depan pintu gerbang Kantor Bupati Kab. Labusel Desa Sosopan Kec. Kotapinang.

Zulkarnain Siregar juga menjelasakan, bahwa penyelesaian persoalan tersebut tidak bisa dipaksakan, dikarenakan kepala desa tersebut adalah jabatan politis yang dipilih langsung oleh rakyat.

Terpantau pada aksi demo tersebut, ratusan massa membubarkan diri secara damai sekira pukul 17.45 Wib. Diketahui, sebelum melakukan aksi ke kantor Bupati, massa terlebih dahulu melakukan aksi di beberapa tempat, yakni di Kantor Camat Kecamatan Torgamba, Kantor DPRD Kab Labusel dan berakhir di kantor Bupati Kab. Labusel.

Salah satu massa, D Siregar ketika dikonfirmasi seusai unjuk rasa mengatakan, bahwa bubarnya aksi damai tersebut atas koordinasi dengan Pemkab Labusel yang mengarahkan agar persoalan tersebut dibahas melalui musyawarah bersama seluruh masyarakat Desa Bangai dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bangai, agar ditemukan titik terang atau solusi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. (Zainul)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/