Ini Komentar Mahasiswa Terkait OTT Dinkes Labusel

Salah satu Mahasiswa Labusel Nizar Qushoi Tambak ketika memberikan tanggapannya terkait OTT Satgas Saber Pungli Dinas Kesehatan Kab. Labusel.

LABUSEL, TOPKOTA.com – OTT (Operasi Tangkap Tangan) itu bisa saja perkara syor atau tak syor”, itulah sepenggal tanggapan atas komentar dari salah satu Mahasiswa asal Kabupaten Labusel Nizar Qushoi Tambak yang turut mengomentari atas terjadinya OTT baru-baru ini.

Sebelumnya ramai media memberitakan, baik itu di media sosial maupun media online bahwa, Senin, (9/7), pukul 15.30, Satgas Saber Pungli Polres Labusel telah melakukan OTT di Dinas Kesehatan Kab. Labusel. Terkait OTT tersebut, diduga beberapa oknum Kepala Puskesmas (Kapus) dan oknum ASN di Dinas Kesehatan Kab. Labusel, serta sejumlah dokumen di bawa ke Mapolres Labuhanbatu.

Namun Nizar Qushoi menilai, hingga kini informasi yang beredar, belum diketahui sampai dimana proses selanjutnya, apakah oknum-oknum yang diamankan tersebut ditahan, menjadi tersangka atau dilepaskan.

Menanggapi hal tersebut Nizar Qushoi mengatakan, jika OTT tidaklah sama dengan tertangkap tangan dalam KUHAP, sebab yang diatur dalam KUHAP adalah tertangkap tangan, tentu saja hal tersebut sangat berbeda, jika OTT itu adalah operasi yang sebelumnya sudah direncanakan bisa saja diduga seperti “jebakan”, sehingga menimbulkan kebingungan di masyarakat atas dasar apa operasi tersebut dilakukan.

Nizar Qushoi menduga, jika OTT tersebut adalah sebuah operasi yang tidak sesuai dengan tertangkap tangan dalam KUHAP Pasal 1 poin 19 yang menjelaskan, tertangkap tangan adalah tertangkapnya seorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan, atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya, atau apabila sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana itu yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan atau membantu melakukan tindak pidana itu.

Kemudian Pasal 18 ayat (2) juga menyatakan, dalam hal tertangkap tangan penangkapan dilakukan tanpa surat perintah, dengan ketentuan bahwa penangkap harus segera menyerahkan tertangkap beserta barang bukti yang ada kepada penyidik atau penyidik pembantu yang terdekat.

Dikatakan Nizar Qushoi, dari KUHAP diatas maka jelas bahwa tertangkap tangan itu merupakan perbuatan yang pada saat terjadinya tindak pidana, memang murni tindakan itu sedang dilakukan atau sudah dilakukan beberapa saat dengan tidak adanya aparat penegak hukum yang seolah olah mencari cari kesalahan, atau merencanakan, menunggu sebuah tindakan pidana yang akan dilakukan namun dengan cepat melakukan penangkapan tanpa adanya istilah “operasi”.

“Tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan indikasi “sor atau tidak sor”, kemudian tertangkap tangan itu surat penangkapan bisa diberikan menyusul namun penangkapan hanya dapat dilakukan paling lama 1 hari, seharusnya saat ini sudah diketahui status oknum-oknum yang diamankan tersebut karena sudah berlangsung satu hari,” jelas Nizar Qushoi Tambak.

Namun Nizar secara pribadi mengapresiasi Satgas Saber Pungli Polres Labusel, karena tindakan itu merupakan perdana di Kabupaten Labuhanbatu selatan ini, sehingga dari hal itu, jika masih ada para oknum-oknum ASN yang nakal di Kab. Labusel ini yang belum diketahui dan terungkap mudah mudahan mereka melihat OTT tersebut dan menjadikannya sebuah pelajaran sehingga praktek pungli betul betul bersih dan tidak lagi terjadi.

“Dan semoga aparat kepolisian dalam menegakkan amanah Undang-undang tidak pandang bulu dan terkait operasi tersebut diatas agar secepatnya diproses terang dan jelas sesuai peraturan perundang undangan agar tidak menimbulkan fitnah dan tidak ada pihak yang dirugikan,” harapnya.(Zainul)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/