Harga Sawit di Labusel Semakin Anjlok, Perkilo Hanya Rp760

Tumpukan TBS kelapa sawit warga yang saat ini mengalami penurunan harga di kalangan petani Kab. Labuhanbatu Selatan (Labusel).

LABUSEL, TOPKOTA.com – Hari ini, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di seputaran Kabupaten Labusel mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Dari pantauan wartawan dilapangan, terlihat beberapa warga sedang berkumpul membicarakan harga sawit yang belakangan ini terus anjlok dipasaran harga.

Salah satunya Nurma (42) warga Dusun Aek Torop Desa Asam Jawa Kecamatan Torgamba yang mengeluhkan situasi menurunnya harga komoditas TBS sawit tersebut. “Hanya Rp. 760, untuk perkilonya bang, ini sangat membuat kami kecewa,” ucap Nurma, Senin, (19/11) di Desa Asam Jawa.

Sedangkan disisi lain, pihak penyuplai TBS Sawit dibeberapa lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mengumumkan jika hanya menerima TBS sawit tersebut dengan memberi harga berkisaran Rp. 980, untuk per Kg. “Harga sawit bisa diperkirakan akan turun lagi,” jelas para penyuplai TBS sawit di salah satu PKS di Kab. Labusel tersebut.

Keterangan yang dihimpun dari warga, jika dengan harga penjualan sawit terus mengalami lonjakan penurunan, maka banyak kalangan warga khawatir jika menurunnya harga sawit tersebut dapat mempengaruhi kebutuhan hidup mereka sehari-harinya. “Ini akan membuat kebutuhan pokok kami semakin sulit, bahkan kami tak mampu lagi membayar pembayaran kredit sepeda motor dan lain-lainnya,” ujar warga.

Masyarakat berharap agar pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk dapat menormalkan kembali harga komoditas TBS sawit. Sehingga tidak berdampak negatif dikehidupan masyarakat luas, khususnya para petani sawit.

Informasi beredar diberbagai media, bahwa rencananya Uni Eropa akan memboikot produk jenis Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia dan Malaysia, yang efek dari pemboikotan tersebut diduga berdampak pada anjloknya harga TBS kelapa sawit di kalangan petani kelapa sawit. (Zainul)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/