Harga Sawit Anjlok, Petani Labusel Menjerit

Terlihat beberapa pekerja sedang melansir TBS sawit pada sebuah truck untuk di bawa ke pabrik Kelapa Sawit (PKS).

LABUSEL, TOPKOTA.com – Selama beberapa hari ini harga komoditas Tandan Buah Segar (TBS) sawit hari ini mengalami penurunan yang sangat signifikan alias drastis anjlok.

Salah satu warga Dusun Titi Panjang Desa Bunut Kecamatan Torgamba Herman Harahap memaparkan ke awak media, bahwa hari ini harga sawit yang diterimanya berkisar Rp.850. “Harga sawit turun drastis, sekitar Rp.850 belum lagi bayar upah kerja sawit, berarti harga yang bersih kami terima sekitar Rp.450,” keluh Herman.

Sementara, di Desa yang lain yakni Desa Padang Rie Kecamatan Kotapinang terpantau harga sawit yang diterima masyarakat sekisaran 1000 Rupiah.

Diketahui, dari hasil penelusuran TOPKOTA.com, bahwa terpantau harga sawit di pasaran beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) memasang harga sekisaran 1.120 Rupiah.

Pemerintahan Kabupaten Labusel melalui Kabag Perekonomiannya M Ali Siregar, SE ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa anjloknya harga komoditas sawit tersebut dinilai karena mengikuti pasar. “Apakah ini dikarenakan adanya unsur persaingan tidak sehat diberbagai kalangan pengusaha ataupun perusahaan lokal ataupun internasional, kita tidak bisa memastikannya,” ujarnya.

Menurutnya,  dengan anjloknya harga komoditas sawit ini, imbasnya adalah ke masyarakat. “Semoga Pemerintah Pusat dapat menemukan solusi atas merosotnya harga komoditas sawit tersebut,” terang Ali, Senin, (16/7) di Kotapinang.(Zainul)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/