Harga Getah ‘Jeblok’, Petani Karet Menjerit

Sejumlah warga terlihat melakukan aktifitas penimbangan getah karet di salah satu tempat penampungan getah karet lokal.

LABUSEL, TOPKOTA.com – Selain anjloknya harga komoditas TBS kelapa sawit yang dialami oleh kalangan petani, hal tersebut berdampak pula dengan apa yang dirasakan oleh petani getah karet, yang saat ini harga komoditas tersebut begitu sangat memprihatinkan. Informasi yang dihimpun dari beberapa warga, harga getah terpantau hari ini hanya dikisaran Rp. 6.800, untuk perkilogramnya.

Salah satu penampung getah karet lokal Syamsul Dalimunthe, (50) warga Dusun Aek Batu Desa Asam Jawa Kecamatan Torgamba mengatakan jika harga getah di pasaran Notering (pabrik) hari ini hanya menerima harga sekisaran Rp. 15.600,. “Harga getah karet di pabrik getah PT. Kirana Sakta Padang Sidempuan hari ini memberikan harga Rp15.600,” ujar Syamsul, Senin, (19/11) di Desa Asam Jawa.

Dengan harga getah yang terus mengalami kemerosotan tersebut, hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi warga, khususnya dari kalangan petani getah karet. “Kebutuhan dan perawatan kebun karet terancam tidak normal mengakibatkan tidak ada lagi pemupukan rutin, akibat jebloknya harga karet,” jelas warga yang lain.

Warga tersebut berharap, jika pihak pemerintah sesegera mungkin memberikan solusi, agar kemerosotan harga komoditas getah karet tersebut kembali normal, sehingga dapat menutupi kebutuhan masyarakat sehari-hari serta tidak menimbulkan kesenjangan sosial di tengah-tengah lapisan masyarakat.(Zainul)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/