Hakim Diharapkan Jujur, Orang Tua Terdakwa Minta Fadil dan Rifki Dibebaskan

Kedua terdakwa saat disidang di PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Orang tua kedua terdakwa Fadil Panigoro dan Rifki Pratama Lubis korban dugaan  kriminalisasi hukum kasus dugaan perampokan dengan kekerasan tak mau pasrah begitu saja. Walaupun anaknya sudah dipaksa, ditembak, dipukuli, agar mengaku, dan BAPnya dituding penuh rekayasa, dan juga harus menelan pil pahit karena anaknya dituntut JPU dengan hukuman masing – masing 5 tahun penjara, namun kedua wanita paruh baya ini terus berjuang mencari kedialan.

“Perbuatan yang sangat biadap dan tidak berprikemanusiaan. Karena sejak dari penyidikan di Polsek Medan Kota hingga memasuki pembacaan replik dari Jaksa kasus dugaan perampokan dengan kekerasan tersebut sarat dengan rekayasa dan sama sekali tidak ada satupun fakta sidang yang menyatatakan kedua anak kami bersalah,” kata kedua orang tua Fadil dan Rifki usai sidang pembacaan replik yang digelar diruang sidang Cakra 8 Pengadilan Negeri ( PN ) Medan, Rabu (3/10) sore

Dikatakannya anak mereka tidak bersalah dan tidak terbukti melakukan perampokan itu. “Kami mohon dengan sangat pada hakim Saryana agar membebaskan anak kami dari tuntutan Jaksa. Kami mohon dua terdakwa masing – masing Fadil Panigoro dan Rifki Pratama Lubis yang tuding terlibat  kasus dugaan perampokan yang didakwakan JPU kepada mereka,demi hukum tolong dibebesakan,”pinta orang tua terdakwa menjelang pembacaan vonis oleh hakim.

Menurut keduanya, fakta persidangan sudah sangat jelas, tidak ada satupun saksi yang melihat langsung bahwa Fadil dan Rifki pelaku perampokan.Termasuk korban Sony Juwita sendiri membantah bahwa kedua terdakwa bukan pelakunya.

“Kami mohon dengan sangat kepada majelis hakim, tolonglah bebaskan anak kami, kami mohon hakim jujur sesuai fakta sidang, karena korban sendiri menyatakan bukan mereka pelakunya tapi empat orang,” pinta ibu terdakwa.

Ibu terdakwa juga kepada wartawan kembali melontarkan kecaman atas tuntutan JPU Chandra Naibaho yang sebelumnya menuntut Fadil dan Rifki masing – masing 5 tahun penjara. “Meskipun Jaksa sudah menuntut 5 tahun, tapi kami tau hakim adalah wakil Tuhan yang wajib hukumnya memberikan keadilan. Kami gak rela anak kami dihukum, karena mereka tidak bersalah, bukankah ada prinsip hukum lebih baik membebaskan 1000 orang yang bersalah daripada menghukum 1 orang yang tidak bersalah,” ujar ibu terdakwa.

Hal senada juga diungkapkan Parluhutan Lumbanraja kuasa hukum Fadil Panigoro yang turut mendampingi. Menurutnya sudah menjadi kewajiban membebaskan orang yang tidak bersalah, dalam hal ini Fadil dan Rifki.

“Fakta sidang sudah jelas, tidak ada saksi yang menyatakan kedua terdakwa pelaku perampokan tanggal 4 April 2018 itu, karenanya hakim harus tegas dan secara jujur melihat sidang ini, sehingga tidak ada keraguan untuk membebaskan Fadil dan Rifki,sebut Lumbanraja.

Menurutnya ketegasan hakim sangat ditunggu, sebab ini adalah menyangkut nasib dan masa depan terdakwa, perlu diketahui bahwa putusan hakim bakal diminta pertanggungjawabannya kelak, karena hakim merupakan wakil Tuhan di dunia ini.

“Kita harapkan, hakim benar – benar mandiri dan jujur dalam memberikan putusan, sehingga tidak menghukum orang yang tidak bersalah,” tegasnya (Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/