Forkopimda Karo Gelar Diskusi Karhutla, Polres Karo Akan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran

Suasana Forkopimda saat gelar FGD terkait penangulangan Karhutla di Aula Kantor Bupati Karo.

TANAH KARO, TOPKOTA.com – Masih ingat dengan Komentar Bupati Karo Terkelin Berahmana SH saat di wawancarai wartawan baru baru ini terkait Karhutla sehingga beliau menyebut kalimat “Kita Tidak Punya Borgol dan Pistol”. Wacana inilah membuat Forkopimda menggelar Diskusi.

Upaya mencegah dan menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Karo, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karo menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Bupati Karo Jalan Veteran Kecamatan Kabanjahe, Kamis (15/8) sekira pukul 09.00 Wib, dan sejumlah wartawan hadir dalam acara tersebut.

Dalam acara ini dihadiri oleh Bupati Karo, Wakil Bupati Karo, Dandim 0205/TK, Kapolres Polres Tanah Karo, Kepala Kejaksaan Negeri Kabanjahe, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Kepala Pemadam Kebakaran Karo, KPH Wilayah XV Kabanjahe, dan masyarakat.

Kegiatan diskusi ini digelar dikarenakan kasus kebakaran hutan dan lahan yang selalu terjadi, di beberapa titik di wilayah Kabupaten Karo, diantaranya sepanjang wilayah Geopark Kaldera Toba, seperti Desa Tongging, Desa Sibolangit dan daerah lainnya. Diskusi ini dilakukan untuk mengantisipasi dan melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan tersebut, serta sosialisasi kepada masyarakat tentang bahayanya dan dampak akan kebakaran hutan. Apalagi menjelang musim kemarau, ilalang dan rumput yang tinggi kering dan gampang terbakar. Bukan hanya itu saja, api kiriman dari luar Karo, seperti Kabupaten Dairi dan Kabupaten Simalungun, juga menjadi ancaman api menjalar ke Kabupaten Karo.

Dandim 0205/TK, Letkol Inf T. Rizal Batubara Kapolres AKBP Benny R Hutajulu, dan Bupati Karo ( belakang baju putih) serta Kasi Intel perwakilan dari Kejaksaan Kabanjahe, Arif Kardaman SH saat di wawancarai wartawan

Menurut Komandan Distrik Militer 0205/TK, Letkol Inf Taufik Rizal, mengatakan akan bekerja sama dengan Forkopimda untuk membuat sekat pada seputaran hutan dan lahan. Dan fungsinya jika terjadi kebakaran diluar wilayah Karo, seperti Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Dairi, tidak menjalar ke Kabupaten Karo.

“Ini kita tadi udah diskusi, dan kita langsung akan ambil tindakan atau take action membuat sekat sekat pada batas hutan. Fungsinya itu jika terjadi kebakaran hutan, api tidak menyebar luas. Begitu juga kalau ada api yang berasal dari luar daerah kita, fungsi sekat tadi agar api tidak menjalar ke wilayah kita,” terangnya.

Tambahnya, dirinya mengajak semua Forkopimda Karo ikut bekerja sama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Dan juga berharap agar setiap petugas yang dilapangan mendapatkan baju khusus anti api.

“Kita bukan pahlawan super yang tahan api, anggota kita dilapangan itu berjibaku dengan api tanpa pakai baju api, itu kan bahaya sekali. Kita minta nanti setiap anggota dilapangan yang bertugas pakai baju api. Ini kan untuk keamanan petugas kita juga,” ungkapnya.

Lanjutnya, jika lokasi atau titik yang utama yang akan dilakukan pemasangan sekat adalah Kecamatan Merek, dikarenakan sesuai data pada tahun 2018, telah terjadi 15 kasus kebakaran hutan dan lahan. “Lokasi atau titik utamanya itu nanti di Merek, karena sesuai data tahun semalam ada 15 kali kebakaran. Dan action kita nanti api kecil harus langsung padam,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Hutajulu, sesuai data di tahun 2019, tercatat ada 2 kasus kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus pencegahan. “Kita ini fokusnya pada sosialisasi dan pencegahan kepada masyarakat bahaya kebakaran hutan. Karena tahun ini tercatat ada 2 kali kebakaran, dan kita harap cukup 2 aja,” harapnya.

Lanjutnya, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada para pelaku pembakaran hutan. “Jadi untuk antisipasinya, kepada para pelaku pembakar hutan akan kita lakukan tindakan tegas dan terukur, kita tembak, jika kedapatan sengaja membakar hutan sesuai dengan bukti bukti,” tegasnya.

Diskusi yang digelar di Aula Kantor Bupati Karo ini pun berlangsung aktif, seluruh peserta terlihat saling berinteraksi memberikan masukan untuk bekerja sama melakukan pencegahan Karhutla. (John Ginting)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/