Empat Pemilik 6,6 Kg Sabu Dituntut 19 Tahun Penjara

Para terdakwa saat menjalani sidang di PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Empat terdakwa kepemilikan sabu seberat 6,6 kg benar-benar beruntung terhindar dari hukuman mati atau seumur hidup. Pasalnya keempat terdakwa yakni Alfian, Erwin Daulay, Muhammad Agam dan Muhammd Rizal (berkas terpisah), kesenangan dituntut dengan hukuman rendah selama 19 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga dalam tuntutannya menyatakan, selain pidana penjara keempat terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. “Meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini agar menghukum para terdakwa dengan hukuman masing-masing pidana 19 tahun penjara ,” ucap JPU Kadlan di depan majelis hakim diketuai Deson Togatorop. di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (4/10) sekira pukul 17.00 Wib

Jaksa dari Kejati Sumut ini, kepada majelis hakim juga menyebutkan, kalau keempat terdakwa telah melakukan pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi 5 gram.

“Keempat terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkas JPU

Usai JPU membacakan tuntutannya, majelis hakim langsung meminta tanggapan keempat para terdakwa apakah akan mengajukan nota pembelaan (pledoi). “Bagaimana para terdakwa, kalian telah mendengar tuntutan JPU. Apa kalian mau buat pledoi sendiri atau diserahkan ke penuntut umum,” tanya majelis hakim.

Menjawab pertanyaan majeles hakim  keempat terdakwa secara bergantian langsung mengatakan akan membuat Pledoi “Untuk membuat pleidoi kami akan serahkan ke penasehat hukum kami yang mulia,” ujar para terdakwa.

Dalam dakwan diketahui, keempat terdakwa ditangkap petugas dari Polda Sumut pada Maret 2018. Keempat terdakwa ditangkap saat menjemput sabu tersebut ke Dumai, atas perintah dari Eet (DPO).  Eet menelpon Alfian untuk menjemput sabu itu dari seorang temannya di Dumai, dan dijanjikan upah Rp5 juta per kilogram bila berhasil membawa sabu tersebut ke Medan.

Kemudian, Alfian mengajak terdakwa Erwin Daulay untuk menjemputnya ke Dumai dengan menggunakan mobil pick up. Sesampai di Dumai,  mereka  menuju  Jalan. Sei Peneng tempat yang telah dijanjikan untuk menjemput sabu-sabu tersebut.

Selanjutnya, orang suruhan Eet menemui mereka.  Kemudian mereka menyimpan tujuh bungkus barang  berisi sabu ke dalam mobil, ditutupi beberapa buah nenas, setelah itu mereka berangkat menuju Medan.

Namun naas dalam perjalanan, mereka ditangkap anggota kepolisian dari Polda Sumut. Saat diinterogasi, kedua terdakwa mengaku akan mengantarkan sabu tersebut kepada Muhammad Agam (dalam berkas terpisah) di Medan.

Setelah dilakukan pengembangan, tim dari Polda Sumut bersama para terdakwa mengantarkan barang haram itu ke lokasi di Medan. Kemudian terdakwa Alfian menelpon Muhammad Agam untuk berjumpa di Jalan, TB. Simatupang, lokasi penyerahan sabu itu. Pada saat transaksi, petugas kemudian menangkap Muhammad Agam.

Atas penangkapan Muhammad Agam, polisi kembali melakukan pengembangan. Dari penuturan Muhammad Agam, sabu akan diserahkan ke Muhammad Rizal. Kemudian polisi akhirnya menangkap Muhammad Riza, di Jalan. Amal, Medan Sunggal. (Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/